Berita

roy suryo/net

Olahraga

Salahkan Dualisme KONI-KOI, Roy Suryo Pesimis Target di Asian Games Tercapai

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 17:36 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, pesimis Indonesia bisa meraih sembilan medali emas Asian Games 2014 seperti yang ditargetkan. Ia melihat kontingen Indonesia paling banyak hanya akan membawa pulang dua per tiga dari target.

"Target sembilan emas agak berat menurut saya. Kalau dua per tiga mungkin masih bisa," ujar Roy di Tangerang, beberapa waktu lalu.

Alasannya menurut Roy adalah koordinasi yang buruk dari panitia. Pada perlombaan equestrian nomor tunggang serasi misalnya. Ia mengungkapkan panitia telat menggiring para penonton keluar dari arena saat atlet Indonesia memasuki arena. Hal lain yang dijadikan alasan olehnya adalah dualisme Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang tak kunjung beres. Padahal ini sangat perlu segera diatur dan dibereskan.


"Kalau kita gagal memenuhi target, jangan salahkan atletnya. Mereka sudah memberikan semuanya. Salahkan pengurusnya yang ada di lapangan. Dualisme KONI-KOI ini menurut saya harus segera diatur," ucapnya.

Roy menyinggung kekacauan akibat dualisme tersebut. Atlet equestrian misalnya, sampai harus mengurus sendiri kudanya. Padahal Kemenpora sudah mencairkan semua anggaran dan menyerahkan pengelolaannya kepada KOI. Masalah lain adalah manajer equestrian yang dijabat Muhammad Asik. Padahal posisi ini seharusnya dipegang Prasetiono Sumiskum yang merupakan manajer pelatnas equestrian. Maka tak heran jika Asik seperti kebingungan saat mendampingi Larasati Gading dan kawan-kawan karena ia memang hampir bisa dibilang tak tahu apa-apa tentang tim.

Dalam perbincangan dengan wartawan beberapa saat lalu, Prasetiono geleng-geleng dengan keputusan KOI dan mengaku pasrah tapi masih membantu Asik semampunya. Roy kemudian membuka kedok persoalan itu.

"Manajer berkuda (equestrian) juga bermasalah karena (Mayor) Pak Asik sebetulnya tidak tahu masalah (tim equestrian). KOI tidak menunjuk Tion (Prasetiono) karena pernah menjadi saksi permasalahan sidang gugatan KONI terhadap KOI, makanya Tion tidak diberikan ID Card," pungkasnya. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara 2026 Digelar di JCC, Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:25

Jaksa Agung Rotasi 29 Jaksa Termasuk Dirdik Jampidsus

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:05

Bawaslu Mulai Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2029

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:00

Refly Harun Kawal Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:45

Max Blumenthal Soroti Ancaman Kebebasan Pers akibat Kemitraan AS-Israel

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:43

OPM Pimpinan Kopitua Heluka Diduga Dalang Pembunuhan Tiga Warga Sipil di Yahukimo

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:39

Pemuda Jabar Peduli Gelar Santunan untuk Korban Pesta Rakyat Garut

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:36

Gus Yahya Siap Bertarung Lagi Pertahankan Kursi Ketum PBNU

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:32

Pakta Integritas Perempuan Bangsa Wujud Totalitas Besarkan PKB

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:30

Wakapolri Ingatkan Perwira Remaja: Satu Tindakan Menyimpang Rusak Kepercayaan Polri

Rabu, 22 Juli 2026 | 19:21

Selengkapnya