Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

Sempat Pertimbangkan Umur, Megawati Pun Jadi Ketua Umum Sampai 2020

Jokowi juga Meminta
SABTU, 20 SEPTEMBER 2014 | 16:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Steering Committee Rakernas IV PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira, mengkonfirmasi bahwa Megawati Soekarnoputri telah menyanggupi untuk kembali memimpin partai sampai 2020.

Usulan itu sebelumnya disampaikan Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Heru Sudjatmoko yang menjadi delegasi ketua DPD PDIP se-Indonesia dalam Rakernas IV PDI-P di Semarang, dalam rapat kemarin malam.

"Ada hal yang baru dan mengejutkan. Ini di luar skenario. Mestinya 33 DPD menyampaikan pandangan umum. Pak Heru mewakili 33 DPD secara aklamasi meminta ketua umum kembali memimpin PDIP 2015-2020," kata Andreas kepada wartawan di sela Rakernas, Sabtu (20/9).


Sekretaris Steering Committee Rakernas IV PDI-P, Ahmad Basarah, menjelaskan, saat Heru meminta kesediaan Mega dipilih kembali pada Kongres April 2015, ia didampingi seluruh Ketua DPD se-Indonesia. Menanggapi itu, Mega mengaku merasa kaget.

"Beliau merasa terkejut. Beliau memahami usulan itu berdasarkan pertimbangan matang. Ini juga untuk mengawal Jokowi," terangnya.

Megawati sempat memberitahu bahwa usianya akan 68 tahun pada tahun depan. Itu dijadikan pertimbangan.

"Tapi meski begitu, Ibu Mega menyatakan kesediannya dicalonkan kembali," terang Basarah.

"Pak Jokowi juga menyampaikan di bagian akhir, Pak Jokowi langsung dan terbuka meminta Ketua Umum melanjutkan kepemimpinannya," tambah dia.

Aspirasi ini menjadi keputusan Rakernas, mengikat dan akan jadi usulan kongres nanti 2015.

"Ada keinginan menjaga soliditas dan sinergitas partai. Butuh pemimpin yang kuat. Poin penting rakernas, mengusulkan PDIP kembali dipimpin oleh Megawati," terang Basarah.

Dengan demikian, Mega akan berada di puncak kepemimpinan partai lebih dari 20 tahun. PDIP adalah pecahan dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) bentukan Orde Baru, sementara Mega sendiri sudah menjabat Ketua Umum PDI sejak 1993. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya