Kelompok militan ISIS yang tengah bergerilya di Irak dan Suriah mengeluarkan ancaman untuk membunuh pemimpin gereja Katolik Roma Paus Fransiskus.
Peringatan soal ancaman itu dikeluarkan oleh perwakilan diplomatik Irak untuk Tahta Suci, Habeeb Al Sadr pada Selasa (16/9). Peringatan itu muncul selang beberapa hari sebelum Paus dijadwalkan mengunjungi Albania.
"Ancaman terhadap Paus adalah kredibel. Pernyataan publik dan kejahatan terhadap Kritiani oleh ISIS adalah fakta," katanya kepada surat kabat Italia La Nazione dikutip Daily Mail.
Ia menyebut, penyebaran cakupan kelompok ekstrimis itu di seluruh dunia telah membuat Paus dapat terancam di manapun ia berada. Paus bisa saja terancam baik di negara-negara Muslim, maupun di Inggris, Amerika Serikat, bahkan di Roma itu sendiri.
"Saya tegaskan, bahwa saya tidak tahu soal fakta spesifik atau proyek operasional lebih lanjut soal hal itu. Namun apa yang disebut oleh kelompok ISIS adalah jelas. Mereka hendak membunuh Paus," sambungnya.
Al Sadr menutukan bahwa kelompok itu bisa saja melakukan upaya pembunuhan baik dalam perjalanannya ke negara lain, maupun di Roma.
"Karena ada sejumlah anggota ISIS yang bukan warga Arab, melainkan warga Kanada, Inggris, Amerika, Perancis, Inggris, dan Italia," kata Al Sadr.
"Komplotan krimnal ini tidak hanya mengancam. Di Irak mereka telah melakukan kekerasan ataupun menghancurkan situs-situs suci Syiah. Mereka menyerang tempat ibadah di wilayah Yazidi dan Kriten. Mereka memaksa lebih dari 150 ribu umat Kristiani untuk meninggalkan Mosul," sambungnya.
Paus sendiri dijadwalkan akan membuat kunjungan singkat selama 11 jam ke Albania pada hari Minggu mendatang untuk menandai kelahiran kembali agama setelah komunisme runtuh di awal tahun 1990an. Ia dijadwalkan akan merayakan misa di lapangan untuk menunjukkan bagaimana umat Katolik, Kristen, dan Muslim Otodoks saat ini dapat hidup dalam harmoni di negara di mana umat Katolik di masa lalu pernah dieksekusi dan dikirim ke kamp kerja paksa.
Namun Vatikan sendiri telah memastikan keamanan atas setiap kunjungan Paus, termasuk ke Albania.
[mel]