Berita

paus fransiskus/net

Dunia

Paus Fransiskus Terancam Dibunuh ISIS

RABU, 17 SEPTEMBER 2014 | 14:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok militan ISIS yang tengah bergerilya di Irak dan Suriah mengeluarkan ancaman untuk membunuh pemimpin gereja Katolik Roma Paus Fransiskus.

Peringatan soal ancaman itu dikeluarkan oleh perwakilan diplomatik Irak untuk Tahta Suci, Habeeb Al Sadr pada Selasa (16/9). Peringatan itu muncul selang beberapa hari sebelum Paus dijadwalkan mengunjungi Albania.

"Ancaman terhadap Paus adalah kredibel. Pernyataan publik dan kejahatan terhadap Kritiani oleh ISIS adalah fakta," katanya kepada surat kabat Italia La Nazione dikutip Daily Mail.


Ia menyebut, penyebaran cakupan kelompok ekstrimis itu di seluruh dunia telah membuat Paus dapat terancam di manapun ia berada. Paus bisa saja terancam baik di negara-negara Muslim, maupun di Inggris, Amerika Serikat, bahkan di Roma itu sendiri.

"Saya tegaskan, bahwa saya tidak tahu soal fakta spesifik atau proyek operasional lebih lanjut soal hal itu. Namun apa yang disebut oleh kelompok ISIS adalah jelas. Mereka hendak membunuh Paus," sambungnya.

Al Sadr menutukan bahwa kelompok itu bisa saja melakukan upaya pembunuhan baik dalam perjalanannya ke negara lain, maupun di Roma.

"Karena ada sejumlah anggota ISIS yang bukan warga Arab, melainkan warga Kanada, Inggris, Amerika, Perancis, Inggris, dan Italia," kata Al Sadr.

"Komplotan krimnal ini tidak hanya mengancam. Di Irak mereka telah melakukan kekerasan ataupun menghancurkan situs-situs suci Syiah. Mereka menyerang tempat ibadah di wilayah Yazidi dan Kriten. Mereka memaksa lebih dari 150 ribu umat Kristiani untuk meninggalkan Mosul," sambungnya.

Paus sendiri dijadwalkan akan membuat kunjungan singkat selama 11 jam ke Albania pada hari Minggu mendatang untuk menandai kelahiran kembali agama setelah komunisme runtuh di awal tahun 1990an. Ia dijadwalkan akan merayakan misa di lapangan untuk menunjukkan bagaimana umat Katolik, Kristen, dan Muslim Otodoks saat ini dapat hidup dalam harmoni di negara di mana umat Katolik di masa lalu pernah dieksekusi dan dikirim ke kamp kerja paksa.

Namun Vatikan sendiri telah memastikan keamanan atas setiap kunjungan Paus, termasuk ke Albania. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya