Berita

net

Nusantara

Diana Dikeroyok Sampai Patah Tulang, Suami-Istri yang Jadi Pelaku Masih Bebas

SELASA, 09 SEPTEMBER 2014 | 20:41 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Seorang ibu rumah tangga paruh baya, Diana boru Gultom, menjadi korban pengeroyokan pasangan suami-istri karena persoalan tanah yang tak kunjung selesai. Akibat penganiayaan itu, Diana sampai mengalami patah tulang rusuk.

Kejadiannya terjadi pada Selasa dua pekan lalu (26/8) di Kampung Siriaon, Desa Pardomuan, Kecamatan Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Kampung itu adalah milik marga Gultom.

Berdasarkan penuturan Sandro Sitinjak yang merupakan kerabat marga Gultom, Diana dikeroyok Anton Sitindaon dan istrinya karena melarang pasangan suami istri itu membuat lubang sumur di tanah milik keluarga Gultom.


Awal persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung sejak sekitar empat tahun lalu. Keluarga Anton secara sepihak memakamkan orang tua mereka di kampung Gultom. Tindakan tanpa persetujuan atau izin itu ditentang namun tetap dilakukan Anton dan keluarga. Namun tidak berhenti disitu, keluarga Anton Sitindaon melanjutkan ulah dengan menggali lubang sumur di tanah yang bukan miliknya itu.

Puncaknya pada Selasa dua pekan lalu ketika Diana menegur tindakan Anton dan istrinya yang dianggap tak sesuai adat istiadat kampung setempat. Merasa tidak terima, Anton dan istrinya memukuli Diana sampai ibu rumah tangga itu mengalami patah tulang rusuk.

"Dia sempat dirawat seminggu lebih di rumah sakit umum Pangururan, sampai sekarang belum bisa berjalan normal," terang Sandro saat dihubungi beberapa saat lalu oleh MedanBagus.Com.

Saat ini kasus pengeroyokan itu sudah ditangani Polres Pangururan. Namun belum jelas perkembangannya seperti apa. Yang pasti, kata Sandro, pasangan suami istri pelaku pengeroyokan itu sudah sekali diperiksa penyidik kepolisian namun sampai sekarang masih bebas berkeliaran di kampung tersebut.

"Saya tidak tahu sudah bagaimana kelanjutannya. Katanya hari ini mereka sudah diperiksa, tapi saya lihat mereka masih bebas pulang ke rumahnya," ujar Sandro. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Teknik Klasik, Kaitkan Prabowo dengan Teror Aktivis

Kamis, 02 April 2026 | 14:02

Kepala BNPB hingga BMKG Turun Langsung ke Lokasi Gempa di Sulut dan Malut

Kamis, 02 April 2026 | 13:59

TEBE Siap Tebar Dividen Rp200,46 Miliar, Cek Jadwal Lengkapnya

Kamis, 02 April 2026 | 13:51

Penerapan WFH di DKI Bisa Jadi Contoh Penghematan BBM

Kamis, 02 April 2026 | 13:40

Awas Penunggang Gelap Gelar Operasi Senyap Jatuhkan Prabowo Lewat Kasus Aktivis KontraS

Kamis, 02 April 2026 | 13:33

Kemkomdigi Tunggu Itikad Baik Youtube dan Meta Patuhi PP Tunas

Kamis, 02 April 2026 | 13:20

Trump akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

Demi AI, Oracle PHK 30.000 Karyawan Lewat Email

Kamis, 02 April 2026 | 13:19

ASN Diwanti-wanti WFH Bukan Libur Panjang

Kamis, 02 April 2026 | 13:15

Aksi Heroik Sugianto Bikin Prabowo Bangga, Diganjar Penghargaan Presiden Korsel

Kamis, 02 April 2026 | 13:09

Selengkapnya