Berita

ilustrasi

Bisnis

Mendag Prihatin, Rendahnya Pasokan Listrik Pengaruhi Kualitas SDM Di Indonesia

Tiap Orang Konsumsi Beras 130 Kg Per Tahun
JUMAT, 05 SEPTEMBER 2014 | 09:21 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Penduduk Indonesia yang berusia di bawah 30 tahun berjumlah sekitar 52 persen. Dengan jumlah itu, Indonesia bisa menjadi negara dengan prospek ekonomi tinggi. Namun, bila tidak dikelola dengan baik, angkatan muda ini bisa menjadi tantangan pembangunan di masa mendatang.

“Pertumbuhan rakyat kita bisa menjadi tantangan. Kita harus sediakan pangan dan energi. Itu semakin sulit karena populasi terus meningkat tetapi lahan semakin menyempit dan energi terbatas, perlu terobosan,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi, kemarin.

Menurut dia, struktur angkatan muda Indonesia disebut oleh orang Jepang sebagai demografi bonus. Pada 2010, di Jepang, penduduk yang berusia tua lebih banyak dibanding berusia muda, tapi di Indonesia sebaliknya.


Diperkirakan pada 2050, penduduk muda Jepang sudah habis, sementara Indonesia mengalami periode emas. “Tahun 2050 Indonesia harus jadi negara keempat ekonomi dunia,” tegas dia.

Lutfi mengingatkan, Indonesia mempunyai masalah serius soal pasokan listrik.

 Saat ini total penduduk Indonesia sekitar 243 juta jiwa dengan kapasitas listrik 41.000 Megawatt (MW). Bila dibagi, kira-kira 169 watt untuk 3 bohlam per kapita. Yang menyedihkan, dengan hampir 50 juta jiwa di Indonesia Timur, hanya ada listrik berkapasitas 4.300 MW atau 1,5 bohlam per kapita.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan menyentil kebiasaan masyarakat Indonesia yang suka makan berlebih. Meski doyan makan banyak, namun kualitas kinerja masyarakat tidak lebih baik dari warga Jepang.

“Asupan makanan kita paling berat di karbohidrat, karena makan nasinya banyak,” ucapnya.

Rusman mengungkapkan, setiap penduduk Indonesia mengkonsumsi nasi sebanyak 130 kilogram per tahun. Sementara konsumsi nasi di Jepang 30 kilogram per tahun per kapita.

“Seharusnya kita seperti Jepang dengan memakan nasi yang sedikit dan makan lauknya banyak,” ujarnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya