Berita

Dunia

Yaman akan Sahkan, 30 Persen Kursi Pemerintahan untuk Perempuan

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2014 | 00:35 WIB

Perjuangan aktivis perempuan Yaman agar kaum perempuan diberi posisi keterwakilan yang lebih besar dalam pemerintahan mendekati kenyataan.

Menurut advokat hak asasi perempuan, Amal Al Basha kaum perempuan telah berjuang untuk hal ini dalam waktu yang lama. Karana itu, Basha dan rekan-rekannya akan mengamankan proses keterwakilan Perempuan di Yaman  di kursi pemerintahan.

Sebagai buntut dari pemberontakan “Negara 2011” dan selama 10 bulan Konferensi Dialog Nasional (National Dilaogue Conference / NDC), Basha dan delegasi pro-kuota  NDC lainnya mampu mengamankan dukungan dalam wacana negara untuk konstitusi baru yang direncanakan disahkan akhir tahun ini yaitu merekomendasikan setidaknya 30 persen yang menjabat di kursi pemerintahan harus perempuan.


Dengan kuota ini, para pendukung berpendapat, dapat memperbaiki catatan buruk Yaman terhadap keterwakilan perempuan dalam dunia politik dan membuang stigma negatif terhadap perempuan yang menduduki posisi kekuasaan.

Kebanyakan perempuan berfikir bahwa perempuan tidak akan terwakili kecuali ada kuota, walaupun itu juga datang dari pihak yang lebih konservatif. [mag1/zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya