Berita

jokowi-sby/net

Politik

Beginilah Kalau di Kepala Para Pemimpin Hanya Politik Membangun Citra

KAMIS, 28 AGUSTUS 2014 | 12:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Ketiadaan alternatif selain menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi bumerang bagi PDI Perjuangan dan mitra koalisinya sebagai partai yang mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, mengingatkan bahwa anggota PDIP di DPR adalah para penentang keras setiap kebijakan atau rencana menaikkan harga BBM selama mereka menjadi oposisi di dua periode pemerintahan SBY.  

"Jika kali ini PDIP menyetujui kenaikan harga BBM, secara tidak langsung masyarakat akan menilai PDIP sebagai partai yang tidak konsisten," kata Jajat dalam rilisnya (Kamis, 28/8).


Bagi masyarakat, BBM adalah komoditas yang sangat krusial. Saat ini sudah mulai terasa dampak dari tidak menentunya ketersediaan BBM. Namun yang lebih parah dari itu adalah ketidakjelasan sikap para pemimpin bangsa.

Joko Widodo sebagai calon presiden yang segera dilantik tidak ingin pemerintahannya menanggung citra buruk sehingga mendorong Presiden SBY untuk menaikkan harga saat ini juga.

"Jokowi berlindung kepada SBY, sedangkan SBY juga ikut-ikutan menyerahkan keputusan kepada Jokowi. Ini hanyalah bukti bahwa para petinggi tidak memikirkan nasib rakyat, di kepalanya hanya politik dan membangun citra," tuding mereka.

Jajat tegaskan, seharusnya pemerintah menemukan cara lain selain menaikkan harga BBM, serta mencari solusi mengurangi beban ketergantungan terus menerus kepada stok BBM saat ini.

"Indonesia tidak akan maju jika terus menerus memikirkan solusi jangka pendek, seharusnya saat ini kita sudah mempunyai kekuatan yang cukup untuk membangun sektor energi, pemerintah jangan berpikir sempit," tutup Jajat. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya