Berita

foto: bbc

Dunia

Hamas Hukum Mati 18 Informan Israel

SABTU, 23 AGUSTUS 2014 | 01:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kelompok Hamas di Gaza menciduk 18 orang yang diketahui bekerjasama dengan Israel di tengah konflik bersenjata selama ini. Sebelas orang diantaranya sudah dijatuhi hukuman tembak mati.

Demikian informasi dari sumber internal Hamas di Gaza, dikutip dari BBC. Tindakan keras itu dilakukan setelah serangan udara Israel menewaskan tiga pemimpin senior Hamas pada hari Kamis (21/8). Dua warga sipil lainnya juga tewas dalam serangan Israel.
 
Sementara para pejabat Hamas mengatakan kepada Reuters bahwa gelombang eksekusi pertama dilakukan terhadap 11 orang, yang dilakukan di sebuah kantor polisi yang terlantar.


Ada juga saksi mata yang mengatakan tujuh orang ditembak oleh pria berseragam Hamas di luar masjid Al-Umari di Gaza tengah.

Hamas memperingatkan bahwa hukuman yang sama akan dikenakan segera kepada para pengkhianat lain.

"Keadaan saat ini memaksa kami untuk mengambil keputusan tersebut," ujar pejabat Hamas itu.

Gencatan senjata antara Hamas dan militer Israel sudah dicoba beberapa kali namun kerap menemui kegagalan. Sementara pembicaraan di Kairo, Mesir untuk upaya damai yang permanen juga menemui kegagalan.

Hamas bersikeras agar Israel mencabut blokade ekonomi atas Gaza sebagai bagian dari kesepakatan damai jangka panjang.

Di sisi lain, Israel telah bersumpah tak akan berhenti menyerang Gaza sebelum senjata Hamas dan kelompok-kelompok lain di Gaza dilucuti lebih dulu

Selama enam pekan terakhir, lebih dari 2.070 warga sipil Palestina tewas dalam peperangan yang sudah berjalan enam pekan. Di pihak Israel, korban tewas mencapai 67 orang, yang sebagian besar terdiri dari tentara. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya