Berita

jokowi-jk

Politik

Konflik Agraria Meletus Jika Jokowi-JK Ulangi Kesalahan Pendahulu

SABTU, 23 AGUSTUS 2014 | 00:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Calon presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), dinilai belum membuka langkah dan syarat politik menuju pelaksanaan reforma agraria.

Penilaian dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) itu bercermin pada visi-misi Jokowi-JK, khususnya dalam konteks agraria, yang tidak menyertakan kelembagaan yang melaksanakan reforma agraria.

Melalui Sekretaris Jenderal-nya, Iwan Nurdin, KPA mendesak Jokowi-JK memprioritaskan agenda reforma agraria dengan langkah awal adalah dengan membentuk kelembagaan pelaksana reforma agraria.


"Jika tata kelembagaan agraria Jokowi-JK masih mempertahankan tata kelembagaan agraria era SBY, maka bisa dipastikan Jokowi-JK sulit mewujudkan visi-misinya dalam hal reforma agraria," kata Iwan Nurdin, dalam rilis yang dikirimkan Departemen Kampanye dan Kajian Strategis dan Jurubicara KPA.

Jika hendak memiliki tekad yang sungguh-sungguh menjalankan agenda reforma agraria demi terciptanya jalan perubahan untuk Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, maka Jokowi-JK harus membentuk unit kerja khusus reforma agraria yang langsung berada di bawah naungan Presiden melalui Keputusan Presiden (Keppres).

Kedua, Jokowi-JK pun harus membentuk Kementerian Agraria sebagai pembantu Presiden melaksanakan reforma agraria dengan memasukkan soal tata penguasaan, sektoral, administratif dan spesial di bidang kehutanan, pertanahan, pertanian, perikanan-kelautan dan energi.

Ketiga, Jokowi-JK membentuk komisi ad-hoc di bidang konflik agraria untuk mengkanalisasi dan mencari objek tanah yang berpotensi didistribusikan kepada rakyat dan menyelesaikan konflik agraria secara menyeluruh.

KPA berharap janji-janji politik terkait masalah agraria tidak direduksi dan dibelokkan dari amanat reforma agraria sejati sesuai Pasal 33 UUD 1945 dan UUPA 1960.

"Jika Jokowi-JK kembali mengulangi kesalahan rezim-rezim sebelumnya dengan meniadakan tekad melaksanakan reforma agraria, maka bisa dipastikan konflik-konflik agraria akan meletus dimana-mana," tutur Iwan

"Selain itu, Indonesia akan semakin bergantung pangan dan energi kepada negara lain, serta gagalnya industrialisasi nasional penopang ekonomi bangsa," tandasnya. [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya