Berita

KORUPSI

Pengadaan 100 ATM Bank DKI Sesuai Aturan

JUMAT, 22 AGUSTUS 2014 | 21:06 WIB | LAPORAN:

. Kepala Departemen Logistik Bank DKI Syarifuddin HM dicecar soal letak kerugian negara dalam korupsi pengadaan 100 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank DKI. Pertanyaan diajukan oleh ketua majelis hakim Aswijo SH dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini (Jumat, 22/8).

"Kalau tidak ada yang dilanggar dalam proses tender. Terus masalahnya apa di sini menurut saudara? Kerugian negaranya di mana ?" tanya Aswijon.

Syarifuddin menjawab proses pengadaan ATM sudah sesuai aturan yang ada, yaitu Keputusan Direksi Bank DKI nomor 170. Dalam aturan itu disebut, setelah dilakukan lelang sebanyak dua kali dan gagal atau tidak berhasil, maka sesuai aturan dapat dilakukan Penunjukan Langsung.


"Ini diperbolehkan dan sah secara aturan Bank DKI dan apabila sudah penunjukan langsung selama ini tidak pernah melihat lagi nilai proyek sebagaimana dalam Keputusan Direksi Nomer 169," terangnya.

Selebihnya, Syarifuddin heran dengan adanya tender lokasi ATM. Sebabnya, selama ini  proses lelang lokasi adalah hal yang tidak lazim dalam dunia perbankan. Ketidaklaziman tersebut membuat proses tender tidak berjalan dengan lancar sebanyak dua kali.  

"Ini menimbulkan kebingungan sehingga sewaktu proses lelang diadakan selalu gagal di awal prosesnya," ucapnya.

Dalam persidangan terkuak fakta bahwa pembayarang uang muka selama 3 bulan pertama yang tercantum dalam surat perjanjian kerja yang ditandatangani kedua belah pihak antara PT KSP dan Bank DKI berdasarkan hasil kesepakatan Bank DKI dan KSP dan itu sudah lazim.

Sementara itu, dalam kesaksiannya Kepala Departemen Card Center yang membawahi pengoperasian ATM bank DKI kurun waktu 2007-2010, Ricky Budihendarto mengakui adanya proses perencanaan, pelaksanaan lelang hingga waktu pengoperasian mesin ATM dilakukan sesuai aturan. Semua ATM KSP juga dapat berfungsi dengan baik dan terbukti dengan adanya dokumen BAST yang didalamnya ada terdapat dokumen Berita Acara Aktivasi dan Berita Acara Operasional yang ditanda tangani oleh Ricky.

Sidang rencananya dilanjutkan kembali Kamis pekan depan dengan saksi fakta yang akan dihadirkan dari Bank Indonesia sebagai pelapor kasus ini yaitu Adamas dan Syahrial Azis.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya