Berita

net

Bola Bagus

Perkenalkan, Ini Pejabat UEFA Kelahiran Semarang

JUMAT, 22 AGUSTUS 2014 | 05:07 WIB | LAPORAN:

Satu fakta unik tersaji dalam kunjungan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ke Indonesia. Ternyata, salah seorang pengurus UEFA ada yang lahir di tanah Semarang, Jawa Tengah.

Pejabat itu adalah Tom Gorissen, yang bekerja sebagai Advisory Manager UEFA. Ia mengaku lahir di Semarang, dan 30 tahun yang lalu sempat tinggal di Indonesia. Sayang, dia harus pergi ke Belanda tak lama setelahnya.

Pria yang menjadi anak buah Presiden UEFA, Michel Platini, ini bertugas sebagai analis sepak bola. Kedatangannya ke Indonesia adalah sebagai tamu undangan PSSI yang tengah menjalin kerja sama dengan UEFA, dan dijembatani oleh AFC.


Tom mengaku sangat senang bisa kembali lagi ke Indonesia.

"Saya sangat senang bisa kembali ke Indonesia setelah 30 tahun lalu saya lahir di sini," ucap Tom, Kamis malam (21/8).

Bahkan begitu acara usai, dirinya menghampiri Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, sambil mengucapkan kalimat khas Jawa sebelum kembali ke Belanda.

"Matur nuwun," ucap Tom kepada Djohar.

Terkait hasil pertemuan secara umum, UEFA berjanji akan membantu mengembangkan sepakbola di Indonesia. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono.

Dalam pertemuan itu, pihak UEFA diwakili oleh Alex Philips (Head of Stakeholder Affairs UEFA), Mark Timmer (Head of Stadia and Security of UEFA), dan Gorissen. Sedangkan dari PSSI hadir Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin dan Sekjen PSSI Joko Driyono, bersama Sanjeevan (Director of Member Associations dan Development AFC).

"Ini merupakan implementasi yang kami sampaikan beberapa bulan lalu. AFC dan UEFA datang. PSSI merasa butuh partnership dari AFC, tak terkecuali UEFA untuk mempercepat perkembangan," kata Joko.

Head of Stakeholder Affairs UEFA, Alex Philips, menjamin akan membantu persepakbolaan Indonesia.

"Ada beberapa hal yang sama antara AFC dan UEFA. Di Eropa ada Liga Champions Eropa, di Asia pun ada yaitu Liga Champion Asia. Dan di bawahnya ada Liga Europa, sementara di Asia AFC Cup. Selain itu, kami punya visi sama untuk membawa sepak bola lebih baik," kata Alex Philips.

Alex menambahkan, Indonesia dipilih untuk dibantu bukan tanpa sebab. Ia menyebut kompetisi Indonesian Super League (ISL) cukup potensial terlihat dari antusiasme suporter yang hadir menyaksikan pertandingan.

"Ada 46 anggota AFC dan semua punya kebutuhan berbeda sehingga tidak mungkin untuk diakomodir. Alasan kami , Indonesia sangat kuat animo penontonnya, padahal dengan kalender bersamaan di luar negeri juga ada kompetisi Eropa dan Amerika Latin," jelas Alex. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya