Berita

tb silalahi/net

Hukum

KPK Didesak Tindak Lanjuti Laporan TB Silalahi

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 11:27 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menindaklanjuti laporan Komisi Pengawas Partai Demokrat TB Silalahi terkait pembagian uang dan handphone Blackberry pada Kongres II Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu.

Hal itu ditegaskan Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/8).

“Kan sempat ramai di beritakan ada beberapa pengurus DPC PD yang telah mengaku menerima uang dari Tim Sukses Anas Urbaningrum seperti Ketua DPC Diana Malingka dan mengembalikan uang tersebut. Sekarang mana tindak lanjutnya?KPK seperti membiarkan penerima uang korupsi Hambalang bebas berkeliaran,” katanya.


Dia mengatakan, seharusnya KPK menindaklanjutinya, apalagi yang mengembalikan uang hanya segelintir orang. Sementara yang belum mengembalikan masih bebas tanpa pernah merasa  takut telah melakukan korupsi.

"Minimal dari orang-orang yang sudah mengembalikan uang itu, KPK bisa memproses para peserta kongres yang tidak mengembalikan uang.Tidak ada niat baik dan penyesalan dari mereka mengembalikan kerugian negara,” tambahnya.

KPK, Uchok menegaskan harus memeriksa para loyalis Anas seluruhnya karena kalau mantan ketua umum Partai Demokrat itu dituduh menerima, maka tidak mungkin mereka tidak menikmatinya.

"Jangan hanya Anas, Nazaruddin dan Angelina saja yang dijadikan tersangka, tapi semuanya," tandasnya.

Sebelumnya Ketua Komwas Partai Demokrat TB Silalahi usai menjalani pemeriksaan KPK pdaa 11 Desember 2013 lalu mengaku menyerahkan berita acara pemeriksaan (BAP) Komwas Partai Demokrat terkait dugaan aliran uang dan bagi-bagi Blackberry di arena Kongres Partai Demokrat pada 2010.  

"Ada yang memberi uang. Jadi kami periksa mereka, setelah itu bikin BAP. Dan saya memberikan BAP itu ke KPK," ujar TB Silalahi saat itu.

TB Silalahi dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka Anas dalam kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah (P3SON) di Hambalang. Namun sayangnya dia tidak mengungkapkan siapa-siapa saja Ketua DPC yang melaporkan pemberian uang tersebut dan kapan pelaporan itu disampaikan. Tim sukses Anas dalam kongres Bandung, Benny K Harman juga sempat diperiksa KPK. Benny sendiri selalu membantah mengetahui mengenai pemberian uang. Tapi, dia mengakui bahwa ada kemungkinan ketua DPC menerima sejumlah uang.

KPK saat ini sedang menggali informasi mengenai sumber pendanaan Kongres Partai Demokrat 2010 yang diduga mengalir dari proyek P3SON Hambalang yang merugikan keuangan negara hingga Rp 463,66 miliar.[wid]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya