Berita

net

Politik

Politisi Perempuan Kerap Mengadopsi Sifat Lelaki

SELASA, 19 AGUSTUS 2014 | 00:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selama ini sering terjadi kesalahpahaman bicara soal gender berarti cuma bicara soal perempuan. Padahal, membicarakan gender adalah membicarakan soal perempuan dan laki-laki. Jadi, harus menghadirkan keduanya.

Demikian disampaikan peneliti gender dari Cornell University USA, Rebakah Daro, dalam sebuah diskusi di kampus Universitas Atmajaya, Jakarta (Senin pagi, 18/8).

Pada kesempatan tersebut Rebakah, yang sedang meneliti soal gender pada suku Badui di Jawa Barat, mengemukakan bahwa keseimbangan peran perempuan dan laki-laki sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan di masyarakat suku pedalaman. Khususnya, perempuan memegang peranan penting dalam mengatur keseimbangan produksi dan konsumsi.


"Perempuan biasanya lebih peka dalam menjaga keseimbangan alam," ungkap kandidat doktor tersebut, dalam rilis yang dikirimkan AIFIS.

Sementara pembicara lain, anggota DPR RI terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nihayatul Wafiroh, memaparkan pengalamannya sebagai seorang perempuan yang berjuang memperoleh suara ketika menjadi calon legislatif (caleg). Sebagai caleg perempuan, ia merasakan lebih banyak tantangan karena sering dipandang "miring" oleh masyarakat yang mempertanyakan peran publiknya.

"Masyarakat banyak yang bertanya kepada suami saya, kok diizinkan untuk nyaleg? Apakah urusan rumah tangganya tidak keteteran?" ungkap kader PKB jebolan Universitas Hawaii USA tersebut.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Universitas Atmajaya bekerja sama dengan American Institute for Indonesian Studies (AIFIS) tersebut juga menghadirkan pakar gender Nani Nurrachman yang memberikan penjelasan menarik soal peran perempuan dalam politik.

Menurut Nani, seringkali perempuan yang terjun dalam dunia politik tercabut dari karakternya sebagai perempuan. Ia lebih mengadopsi sifat-sifat laki-laki untuk eksis dalam politik. Ekspresinya bisa dalam bentuk kekerasan, oportunistik dan sebagainya.

Padahal menurutnya, justru perempuan perlu mengetengahkan sisi perempuannya dalam berpolitik untuk memberikan keseimbangan kosmik dalam politik.

"Perempuan itu identik dengan preservasi, pertumbuhan dan penerimaan sosial. Mestinya hal-hal itu yang perlu diketengahkan oleh perempuan dalam politik," pungkas pengajar fakultas psikologi Universitas Atmajaya tersebut. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya