Berita

Hukum

Dari Singapura, Nazar Ancam Rosa Buat Keterangan Palsu tentang Anas

SENIN, 18 AGUSTUS 2014 | 20:55 WIB | LAPORAN:

Bekas anak buah M. Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang mengaku pernah diperintahkan untuk membuat keterangan tidak benar tentang Anas Urbaningrum di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pengakuan itu diutarakan Mindo saat ditanya langsung oleh terdakwa Anas dalam sidang lanjutan kasus Hambalang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/8).

"Saya sering diminta buat keterangan tak benar tentang Bapak. Makanya saya minta perlindungan LPSK supaya bisa bebas dari intimidasi dan tekanan mereka," terang wanita yang biasa disapa Rosa ini.


Permintaan memberikan keterangan bohong itu, aku Rosa, selalu diminta Nazaruddin saat dirinya ditahan oleh KPK di Rutan Pondok Bambu karena terbelit kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang. Tak jarang, Nazar juga mengirimkan orang suruhannya untuk mendatangi Rosa langsung ditempat dia ditahan.

"Saya sering didatangi termasuk Nazar, Aan, Hasim, karyawan. Mereka selalu kalau datang lolos portir selalu lolos handpone. Ketika saya dipanggil dari sel di sebuah ruangan, tiba-tiba nanti saya dikasih telpon nih bicara sama bapak. Saya kan bingung. Saya bilang jangan saya bicara sama bapak. Saya stress kalau bapak telpon saya. Saya bingung nanti," ulas Rosa.

Sewaktu menelpon dan memaksa untuk memberikan keterangan tak benar soal Anas, kata Rosa, Nazaruddin sedang dalam pelarian di Singapura.

"Jadi waktu kasus-kasus dia masih di Singapura itu. Disitu memang sudah disebutkan pokoknya Ros kamu harus sebutkan Anas bagaimana supaya dia lengser dari jabatan Ketum. Itu bahasa dia dari awal saya di Pondok Bambu,"  tandas Rosa. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

UPDATE

Laksma TNI Salim Usul Konsep Hybrid Maritime Security dalam Forum CADTE di China

Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01

Pengurus Dekranas Diminta Fokus Bina Kualitas Perajin buat Tembus Pasar Global

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47

Kitab KH Zulfa Mustofa jadi Inspirasi Lanjutkan Tradisi Keilmuan Ulama

Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22

Kasus Korupsi Batu Bara Jangan Cuma Berhenti di Febrie Adriansyah!

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55

Polri Bareng Jurnalis Trunojoyo Gelar Padel Bhayangkara Cup 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45

Universitas Bakrie Ajak Pelajar Tingkatkan Kemampuan Komunikasi Digital

Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Purbaya Terbitkan Aturan Baru, Permudah Impor Senjata hingga Bahan Baku Industri Pertahanan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42

Kasus Blackout Tanggung Jawab Kementerian ESDM

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51

Ini Alasan Polri Limpahkan Berkas Perkara Kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20

Selengkapnya