Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

PIDATO TERAKHIR SBY

Ketidakhadiran Mega Menutup Komunikasi Jokowi dan Demokrat

JUMAT, 15 AGUSTUS 2014 | 18:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketidakhadiran mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, di acara pidato kenegaraan terakhir Presiden SBY di Gedung DPR/DPD RI hari ini jadi ancaman buat pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, jika mereka nantinya ditetapkan sebagai Presiden dan Wapres untuk 2014-2019.

Ilmuwan politik, Arbi Sanit, menyatakan, Jokowi-JK harus membuka koalisi dengan partai besar di parlemen untuk mengamankan pemerintahannya. Selain Partai Golkar, partai yang potensial diajak kerjasama adalah Partai Golkar.

Namun, kandungan masalah dengan Partai Demokrat cukup berat karena terkait hubungan pribadi antara Ketua Umum PDIP itu dengan Presiden SBY selaku Ketua Umum Demokrat.


"Sikap Mega hari ini menunjukkan dia sudah sangat bermusuhan kepada SBY. Ini menutup kemungkinan bagi Jokowi, kalau ditetapkan sebagai presiden terpilih, untuk memperoleh dukungan mayoritas di parlemen," kata Arbi Sanit kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (15/8).

Menurut Arbi Sanit, koalisi dengan Demokrat itu penting bagi pemerintahan Jokowi-JK. Salah satu manfaatnya adalah tidak memberi angin kepada paham kelompok agama radikal di dalam pemerintahannya.

Namun kemungkinan rekonsiliasi PDIP dan Demokrat yang tadinya berseberangan hanya tergantung kepada hubungan dua tokoh itu, SBY dan Mega. Selain dari itu tak ada masalah karena hubungan antara para elite kedua partai tidak menemui kendala.

"Kejadian hari ini indikasi peluang koalisi Demokrat dan PDIP semakin mengecil," terangnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya