Berita

wiranto-hendropriyono/net

Politik

Jokowi Terperangkap, Hendropriyono Jadi Penasihat

JUMAT, 15 AGUSTUS 2014 | 16:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Setelah menunjuk mantan Menteri Perindustrian era Presiden Megawati, Rini Soemarno, menjadi Kepala Staf Kantor Transisi, capres terpilih Joko Widodo melakukan blunder lagi.

Di samping memilih Jenderal (Purnawirawan) Luhut Panjaitan, KH Hasyim Muzadi, dan Syafii Maarif, sebagai penasihat tim transisi, Jokowi memasang mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. Tim Transisi sendiri memiliki tugas penting terkait rencana kerja pemerintahan dan susunan kabinet.

Walau sudah lama akrab dengan Jokowi, keberadaan Hendropriyono kali ini mendapat tentangan keras dari pendukung Jokowi yang sebagian terdiri dari aktivis penegakan hak asasi manusia. Mantan Komandan Resor Militer 043/Garuda Hitam Lampung itu tersangkut kasus pembantaian massal di Talangsari tahun 1989 dan pembunuhan tokoh HAM nasional, Munir Said Thalib, pada 2004. (klik: Akhirnya Ada Perlawanan Terhadap Hendropriyono)


Pakar politik, Arbi Sanit, mengatakan, inilah konsekuensi rakyat memilih calon presiden yang kurang pengalaman.

"Inilah konsekuensi memilih orang yang kurang pengalaman. Dia tidak ada kehati-hatian, terlalu kagum sama orang," ucap ilmuwan politik dari Universitas Indonesia itu, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (15/8).

Dia akui bahwa Hendropriyono yang juga Guru Besar Ilmu Intelijen pertama di Indonesia adalah orang yang dikagumi banyak pihak. Dia punya pengalaman bagus dan punya pikiran bagus.

"Lalu Jokowi terperangkap. Padahal, seharusnya dia hati-hati ada isu pelangaran HAM, isu Orde Baru, itu harusnya jadi pertimbangan penting. Karena akibat isu-isu itu juga dia bisa menang," jelas pengamat politik sepuh itu.

Dia juga sesalkan pernyataan-pernyataan "ngawur" dari Jokowi untuk menjelaskan alasannya memilih Hendropriyono sebagai penasihat tim transisi.

"Blunder dan penjelasannya ngawur," tandasnya.

Kepada media massa, Jokowi mengaku sudah mempertimbangkan secara matang nama Hendropriyono karena punya pengalaman dan kompetensi.

Jokowi juga mengharapkan publik tidak mengkaitkan kasus pelanggaran HAM dengan peran Hendro di tim transisi. Alasannya, tidak etis. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya