Berita

ilustrasi/net

Politik

SENGKETA PILPRES 2014

Di Tengah Tekanan dan Risiko Besar, Saksi dari Papua Patut Diapresiasi

RABU, 13 AGUSTUS 2014 | 18:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kesaksian Novela Nawipa, saksi asal Papua dari pihak Prabowo-Hatta di sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi, kemarin patut diapresiasi. Sedangkan mengenai benar tidaknya kesaksian itu biarkan hakim konstitusi yang menentukan.

"Tidak fair jika kita mengolok-olok kesaksian seorang Novela yang sedang memperjuangkan hak konstitusionalnya di Mahkamah Konstitusi," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman, kepada wartawan, Rabu (13/8).

Jajat menilai, sistem pemilihan di Papua terdiri dari beberapa cara yang digunakan, salah satunya sistem noken. Namun, sistem noken juga dilakukan dengan musyawarah dan mufakat dengan warga adat setempat. Pertanyaannya, apakah dalam sistem noken Pilpres kemarin mengharuskan saksi dari kedua kubu hadir atau tidak. Jika tidak, tentu harus ditelusuri kejanggalannya.


"Keberanian seorang Novela untuk bersaksi dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi patut diapresiasi. Pasalnya, menurut pengakuan dari beberapa saksi lainnya dalam persidangan yang secara langsung meminta perlindungan kepada Mahkamah, membuktikan adanya tekanan dan resiko besar untuk memperjuangkan demokrasi," kata Jajat.

Menurut dia, semua pihak harus bisa menghormati dan menghargai semua proses yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi. Apapun yang terjadi dalam persidangan jangan dijadikan opini karena hanya akan memperkeruh suasana sehingga berpotensi menimbulkan konflik antar kedua kubu.

"Kita harus yakin para hakim di Mahkamah Konstitusi akan mengeluarkan keputusan paling bijak, tentu itu merupakan keputusan terbaik bagi rakyat Indonesia," tandasnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya