Berita

ilustrasi/net

Politik

SPI: 500 Ribu Rumah Tangga Keluarga Tani "Hilang" di Zaman SBY

RABU, 13 AGUSTUS 2014 | 13:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak mampu memberi kontribusi berarti terhadap berdaulatnya pangan Indonesia dan meningkatnya kesejahteraan petani kecil selama 10 tahun kepemimpinannya.

Hal tersebut tercermin dari peningkatan impor pangan empat kali lipat, di 2003 sebanyak US$ 3,34 miliar menjadi US$ 14,9 miliar pada tahun lalu. Belum lagi penyusutan luas lahan pertanian sebanyak lima juta hektar lebih, atau menurun 16,32 persen dari 2003 selama 10 tahun.

"Karena itu, presiden terpilih harus mengubah strategi pertanian Indonesia," kata Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, dalam rilisnya (Rabu, 13/8).


SPI juga mendata 500.000 rumah tangga keluarga tani "hilang" dalam kurun 10 tahun (2003-2013). Itu adalah bukti konkret bahwa semakin banyak masyarakat pedesaan yang tidak tertarik bertani karena tidak mampu memberikan kesejahteraan baginya dan keluarganya.

"Hal ini tentu berbahaya bagi kedaulatan pangan Indonesia, karena petani kecil adalah faktor utama penentu kedaulatan pangan kita. Kalau tidak ada petani, kita mau makan dari mana? Dari perusahaan? Perusahaan pasti berbasis keuntungan dan hanya akan memonopoli harga pangan," jelasnya.

Henry menyampaikan, saat ini hanya terdapat 26,14 juta keluarga tani dari tahun 2003 yang berjumlah 31,17 juta keluarga tani. Sebagian besar dari para pekerja di sektor pertanian hidup di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan data BPS dominasi rumah tangga yang bekerja di sektor ini berasal dari Jawa Timur sebanyak 4,98 juta rumah tangga, disusul Jawa Tengah 4,29 juta, dan 3,06 juta jiwa di Jawa Barat. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya