Berita

husni kamil manik/net

Politik

Jangan Anggap Sepele, Polisi Harus Lindungi Komisioner KPU

SENIN, 11 AGUSTUS 2014 | 08:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik dikabarkan mendapat ancaman penculikan dari seseorang.

Merasa ikut terancam, tengah malam tadi, sejumlah komisioner pun meluncur ke Mabes Polri. Dalam pesan singkatnya, Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menduga ancaman itu ada sangkut pautnya dengan agenda Pilpres 2014. Untuk itulah pihaknya datang ke Mabes Polri untuk melaporkannya.

Menanggapi hal ini, menurut Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Masinton Pasaribu, menyatakan, selayaknya kepolisian segera menindalanjuti dengan cepat laporan komisioner KPU tersebut.


"Polisi harus segera mengusut dan menangkap aktor pelakunya, serta segera memberikan perlindungan dan penjagaan ekstra terhadap seluruh komisioner KPU dari ancaman penculikan maupun ancaman lainnya," tegasnya melalui pesan elektroniknya kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (11/8).

Ancaman penculikan ini tak bisa dianggap sepele. Sebab, pertama, kata dia, bukan hanya komisioner KPU yang merasa terancam, tapi juga ditujukan untuk mengacaukan hasil proses demokrasi pilihan rakyat dalam Pemilihan Presiden 2014. Terlebih jika ancaman itu berkaitan gugatan hasil Pilpres di MK, yang mana KPU sebagai pihak tergugat.

Selain itu dikabarkan bahwa aktor dan pelaku yang melakukan ancaman penculikan itu adalah Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta yang juga ketua timses pasangan Prabowo-Hatta di Provinsi DKI Jakarta, M Taufik. Sedangkan diketahui bahwa pasangan Prabowo-Hatta adalah pihak penggugat.

"Negara Indonesia adalah negara hukum. Negara tidak boleh tunduk apalagi sampai kalah oleh tekanan pihak-pihak ataupun orang-orang yang juga pernah bermasalah, seperti M.Taufik," ujar politisi PDIP yang lolos ke DPR itu. [wid]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya