Berita

Pertahanan

Kibarkan Bendera ISIS, Nelayan di Lamongan Diringkus

MINGGU, 10 AGUSTUS 2014 | 11:32 WIB

Polres Lamongan meringkus seorang nelayan, Edi Darwanto (37) warga Lingkungan Gowah, Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, karena kedapatan mengibarkan bendera Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di tiang kapal, kemarin (9/8) dinihari.  

Polisi juga menemukan selembar lagi bendera ISIS yang tersimpan di almari rumah pria yang tinggal di RT 05/ RW 03 tersebut. Selain itu, polisi menyita sebanyak 124 buah berisi tentang organisasi Islam, satu buku tulis,  10 compact disk (CD) dan leaflet ISIS.
 
Seperti dikabarkan JPNN (Minggu, 10/8), penggeledahan yang diawali pukul 01.00 itu dipimpin Kabagops Polres Lamongan Kompol Arief Mukti. Didampingi Kasatreskrim AKP Efendi Lubis dan Kasat IPP beserta sejumlah anggota termasuk sniper. Ketua RW dan RT lingkungan setempat  juga dilibatkan.
 

 
Penggeledahan sempat berjalan alot. Hampir setengah jam polisi dan ketua RT mengetuk pintu tidak segera mendapat jawaban. Penghuni rumah baru buka suara dan membuka pintu setelah polisi mengeraskan suaranya memanggil dari jendela samping rumah.
 
Penghuni rumah tidak lain, AH, istri Edi Darwanto. Tentu saja AH kaget ketika sejumlah polisi memasuki rumahnya dengan meminta izin untuk melakukan penggeledahan.

"Suami saya itu hanya nelayan biasa. Tidak menyimpan apa-apa, " tuturnya, dengan suara serak.
 
Tapi, setelah dilakukan penggeledahan secara teliti di setiap almari dan sudut ruangan, polisi berhasil menemukan lagi selembar bendera ISIS dan sejumlah barang bukti yang kini sedang diteliti di Polres. Edi Darwanto tinggal di rumah dengan seorang istri dan anak perempuan berusia lima tahun.
 
Tidak banyak warga yang tahu saat penggeledahan di rumah Edi Darwanto, kecuali ketua RW dan RT serta tetangga dekat. Kebanyakan mereka mengaku heran sekaligus kaget terkait penangkapan Edi ini. Karena, yang bersangkutan dikenal biasa saja. Ramah dan suka bergaul dengan siapa saja.
 
"Bahkan, sewaktu masih muda dulu dia suka ngeband. Tapi dia bukan pemain band. Hanya suka mengkoordinir. Aliran musiknya heavy metal dan underground, " ujar seorang lelaki, yang mengaku pernah runtang-runtang dengan pelaku semasa muda dulu.
 
Berawal dari penemuan bendera ISIS yang berkibar di tiang sebuah kapal di pelabuhan Desa Jompong, Kecamatan Brondong. Saat itu warga yang melihat bendera ISIS tersebut menginformasikan kepada petugas Polsek Brondong yang sedang berpatroli.
 
Seketika itu juga bendera diturunkan dan secepatnya diinformasikan ke Polres. Kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Akhirnya diperoleh informasi, bahwa pemilik kapal bernama Edi Darwanto. Tapi, polisi tidak melakukan penangkapan di rumahnya. Karena kebetulan Edi sedang hendak berangkat melaut.
 
"Dia ditangkap saat naik becak menuju pelabuhan. Seketika itu juga dia dibawa ke Mapolres untuk dimintai keterangan. Awalnya dia berusaha bungkam. Dia mengaku sudah memasang bendera ISIS itu selama dua bulan, " kata Kapolres Lamongan AKBP Solehan, malam itu.
 
Edi Darwanto awalnya mengaku mendapatkan bendera tersebut dari seorang temannya dari Jakarta. Pengakuan ini berbeda dengan pengakuan AH, istrinya, yang mengatakan bendera tersebut didapat suaminya dari Solo.

"Tapi, setelah kita lakukan pendekatan ternyata bendera tersebut didapat dari AF, warga Kelurahan/Keamatan Brondong, " imbuhnya.
 
Hingga kemarin sore Edi Darwanto masih menjalani pemeriksaan. Dia didampingi istri dan anaknya, serta beberapa kerabat terdekat. Dipastikan dia tidak ditahan. Alasannya, karena selama ini dia tidak melakukan kegiatan  apapun terkait ISIS, apalagi terorisme.
 
"Mungkin hanya kita kenakan wajib lapor saja. Kita tunggu saja, karena masih dimintai keterangan. Tapi, kasus ini tetap kita kembangkan guna penyelidikan lebih lanjut, " tandas Kapolres AKBP Solehan.[wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya