Berita

ilustrasi/net

Dunia

Benarkah ISIS Bentukan Amerika Serikat?

SABTU, 09 AGUSTUS 2014 | 18:36 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dikabarkan mengakui bahwa kelompok militan yang tengah bergerilya di wilayah Irak dan Suriah, ISIS merupakan bentukan Amerika Serikat.

Dikutip dari sejumlah media online Indonesia yang merujuk pada harian Mesir, Elmihwar (Rabu, 6/8) disebutkan, pengakuan yang dituliskan dalam buku terbarunya yang berjudul "Hard Choice" itu dijelaskan bahwa ISIS dibentuk untuk memecah belah Timur Tengah.

Hillary menyebut bahwa kelompok militan yang diumumkan pada 5 Juni 2013 itu mulanya akan membentuk negara Islam di wilayah Sinai Mesir. Namun rencana itu terpaksa gagal setelah terjadinya revolusi Mesir tahun itu.


Laporan itu agaknya senada dengan kabar sebelumnya yang dihembuskan oleh mantan kontraktor badan intelijen Amerika Serikat, National Security Agency (NSA) Edward Snowden.

Snowden yang tengah menikmati suaka di Rusia itu menyebutkan bahwa ISIS merupakan organisasi bentukan dari kerjasama intelijen tiga negara, yakni Inggris, Amerika Serikat, dan Israel.

Dikutip dari Republika yang merujuk pada Global Research (Jumat, 1/8), disebutkan bahwa intelijen tiga negara itu berencana menciptakan sebuah organisasi teroris untuk menarik semua ekstrimis di seluruh dunia.

Hal itu merupakan bagian dari strategi yang disebut dengan "sarang lebah". Strategi itu dibuat untuk menempatkan semua ekstrimis dalam satu tempat yang sama dehingga mudah dijadikan target.

Dalam dokumen NSA yang dibocorkannya, Snowden menjelaskan bahwa strategi itu dibuat untuk melindungi kepentingan zionis dengan menciptakan slogan Islam. Bukan hanya itu, ISIS juga dikabarkan dibentuk untuk memperpanjang ketidakstabilan di timur tengah, khususnya di negara-negara Arab.

Dikabarkan pula bahwa pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi pernah menjalani pelatihan militer setahun penuh dari Mossad, Israel dan mendapatkan kursus teologi serta retorika.

Namun mengutip dari kabar yang dilansir United Press International pada Rabu (7/8), Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut mengeluarkan bantahan soal isu yang berkembang itu

Bantahan yang dikeluarkan di sosial media itu menegaskan bahwa Amerika Serikat menilai ISIS merupakan sebuah organisasi teroris. Dalam pernyataan yang sama ditegaskan juga, kabar bahwa ada peran serta campur tangan Amerika Serikat di balik pembentukan ISIS adalah palsu. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya