Berita

ray rangkuti/net

Politik

Ray: Sejauh Ini Saksi-saksi Prabowo-Hatta Terkesan Tidak Meyakinkan

SABTU, 09 AGUSTUS 2014 | 11:08 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dua kali sudah persidangan sengketa hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi berlangsung. Beberapa kasus pemohon (Prabowo-Hatta) mulai disidangkan. Salah satunya dugaan pelanggaran terstruktur, sistemik dan masif yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jawa Timur.

Menurut Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, beberapa saksi dari Prabowo-Hatta yang telah dimintai keterangannya ternyata tidak begitu meyakinkan.

"Bukti penggelembungan suara atau adanya pemilih yang tak berhak ikut memberi suara atau pengarahan dari pejabat negara, terasa belum cukup memuaskan dan meyakinkan. Saksi-saksi terlihat seperti tidak memiliki data-data kuat terkait permohonan pengaduan sengketa," kata Ray kepada redaksi lewat pesan elektronik (Sabtu, 9/8).


Selain jumlah kasusnya yang relatif kecil, kenyataannya modus dan bukti-bukti atas tuduhan itu tidak terlalu meyakinkan. Bukti kliping koran, misalnya, tentu jauh dari memadai. Data saksi yang bertumpuk di Provinsi tak ditunjang memadai dengan data di tingkat bawahnya. Selain itu, jumlahnya tidak sepadan untuk masuk kategori TSM (terstruktur, sistematik dan masif).

"Sayang, perdebatan yang diharap membuka berbagai modus kecurangan pemilu dan pilpres tampaknya tak akan sepenuhnya terjadi. Padahal, kita sma berharap sidang ini dapat memberi pembuktian berlanjut betapa masih banyak persoalan teknis pelaksanaan pemilu atau pilpres," ujarnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya