Berita

Arsene Wenger/net

Bola Bagus

Wenger Kritik Keras Strategi Pembelian Pellegrini

SABTU, 09 AGUSTUS 2014 | 04:45 WIB | LAPORAN:

Pelatih Manchester City Manuel Pellegrini menekankan bahwa tawaran yang diajukan terkait pembelian Frank Lampard dan Bacary Sagna telah melalui prosedur yang benar. Namun, asumsi pelatih asal Chili tersebut dikritik manajer Arsenal, Arsene Wenger.

Wenger mengkritik langkah Pellegrini memboyong dua pemain tersebut dilakukan secara tidak fair. Pasalnya, Pellegrini melakukan tawaran sejak jauh hari saat dua pemain tersebut masih milik klub yang bersangkutan.

"Apakah melakukan tawaran kepada pemain yang baru akan habis masa kontraknya itu fair? Padahal pihak klub yang bersangkutan bisa saja melakukan renegosiasi bukan. Saya pikir itu tidak fair karena mendahului klub yang bersangkutan,"ujar Wenger.


Pria Prancis itu juga menjelaskan bahwa Manchester City memboyong Bacary Sagna dengan cara yang curang. Pasalnya, Arsenal kala itu lebih berhak untuk melakukan renegoisasi dengan Sagna terlebih dahulu, Tapi Pellegrini malah curi start untuk melakukan pembicaraan dengan bek sayap tersebut.

"Saat ini, Lampard punya hak untuk bermain dengan New York City FC hingga paruh musim depan, jadi dia (Pellegrini) tak boleh melakukan negoisasi disaat pemain tersebut sudah jelas nasibnya," Demikian Wenger.

Menanggapi kritikan Arsene Wenger tersebut, Pellegrini menjawabnya dengan santai. Menurutnya, Manchester City sudah benar dalam proses negoisasi dengan Sagna maupun Lampard.

"Kami punya banyak uang untuk membeli pemain, apalagi kami mendapatkan Sagna dengan bebas transfer. Status Lampard juga adalah bebas transfer. Jadi, kami yakin dengan dana yang kami miliki dapat memboyong dua pemain tersebut ke Etihad Stadium," tambah Pellegrini seperti dikutip The Guardian. [why]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya