Berita

Busyro Muqoddas

Wawancara

WAWANCARA

Busyro Muqoddas: Apa Ada Orang Di Sekitar Presiden Yang Korupsi Lolos Dari Jeratan KPK

JUMAT, 08 AGUSTUS 2014 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas berharap, sosok penggantinya harus mempunyai integritas yang tinggi dan track record bersih dari persoalan hukum.

“Jabatan pimpinan KPK tidak bisa diisi  sembarang orang. Untuk itu, panitia seleksi (pansel) harus benar-benar tepat memilihnya,’’ kata Busyro Muqoddas kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Pansel, lanjutnya,  jangan hanya percaya dengan daftar riwayat hidup yang dibawa para calon. Tapi harus melihat track record-nya.


’’Apakah pernah tersangkut persoalan hukum atau tidak. Lalu latar belakang personal dan keluarganya. Adakah anggota keluarganya yang pernah terlibat (kasus hukum-red),” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Bagaimana dengan latar belakang para calon?
Tidak harus berasal dari akademisi. Namun harus bisa berpikir secara profesional dan akademis. Sebab, di KPK sangat ketat dengan pendekatan ilmiah.

Masa jabatan Anda selesai Desember depan, tapi masih mempunyai kesempatan mencalonkan diri lagi. Apa siap?
Belum tahu. Saya belum mempunyai pemikiran seperti itu. Saat ini saya fokus menyelesaikan tugas sampai selesai.

Presiden sudah membentuk pansel untuk mencari pengganti Anda. Komentar Anda?
Saya sangat apresiasi dengan pembentukan pansel tersebut. Di dalamnya terdapat orang-orang yang sangat berkompeten dan pantas memberikan penilaian.

Setujukah Anda calon pimpinan KPK diajukan Presiden?

Memang itu hak dari Presiden untuk menunjuk salah satu pimpinan di KPK. Hal itu menunjukkan komitmen Presiden yang menginginkan agar KPK tidak dimasuki oleh sembarangan orang. Yang ada di KPK saat ini merupakan terbaik, mempunyai integritas tinggi.

Apakah tidak takut ada intervensi dari Presiden?
Tidak. Nyatanya selama ini Presiden tidak pernah melakukan intervensi kepada KPK. Saat periode saya tidak ada. Begitu juga dengan periode Abraham Samad.

Hanya komentar dari politisi-politisi saja yang kekanak-kanakan. Hanya melihat persoalan  dari satu sisi saja. Komentar-komentar mereka seakan ingin memecah belah KPK. Namun, kami tidak terpengaruh ulah mereka.

Kalau calon pimpinan KPK dipilih Presiden, bukankah membuat KPK ‘tumpul’ kepada orang-orang di sekitar Istana?
Saya rasa itu tidak benar. Coba Anda lihat. Apakah ada orang di sekitar Presiden tersangkut kasus korupsi yang bisa lolos dari jeratan KPK. Sudah banyak yang kami jadikan tersangka. Ini menandakan KPK tidak tumpul.

Siapapun tidak bisa lolos dari jeratan hukum KPK.

Oh ya, apa saja kegiatan di sisa waktu sebagai pimpinan KPK?
Masih sama seperti biasa. Saya tetap menjalankan tugas-tugas setiap hari. Di sisa waktu ini saya dan beberapa pimpinan KPK lainnya  akan bekerja semaksimal mungkin memberantas segala macam praktek korupsi. Dengan begitu, saya ingin meninggalkan jejak yang baik di KPK.

Setelah tidak di KPK, Anda mau ngapain?
Insya Allah saya akan kembali ke kampus sebagai tenaga pengajar. Namun tidak hanya memberikan kuliah. Melainkan ada riset dan kajian tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Karena kejahatan korupsi merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM.

Apa Anda akan tetap bekerja sama dengan KPK?
Ya. Selama ini KPK selalu bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang mempunyai konsen sama untuk memberantas habis praktek korupsi di tanah air.

Masukan dan saran dari mereka sangat dibutuhkan KPK. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya