Berita

Hukum

Berasal dari SBY, Anas Beberkan Kronologi Pembayaran DP Harrier Nazar

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 23:19 WIB | LAPORAN:

Anas Urbaningrum mengungkapkan uang muka atau down payment pembelian mobil Harrier dari Muhammad Nazaruddin sebesar Rp 200 juta berasal dari Susilo Bambang Yudhoyono.  

Uang tersebut diberikan karena Anas telah ikut mensukseskan SBY dalam memenangkan  Pilpres 2009.

"Uang yang Rp 200 juta saya dapat dari Ketua Dewan Pembina PD setelah proses Pilpres 2009," kata Anas Urbaningrum dalam persidangan kasus Hambalang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/8).


Sebelumnya, mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu bertanya kepada Saan Mustopa sebagai saksi, mengenai adanya undangan penerimaan award yang diselenggarakan sebuah harian nasional, Rakyat Merdeka.

"Saksi Saan Mustopa, apakah pada pertengahan Juli 2009, saksi pernah disuruh untuk menggantikan saya, menerima award sebagai tim juru bicara terbaik?" tanya Anas ke Saan.

"Iya saya pernah disuruh terdakwa terima award dari Rakyat Merdeka saat itu," timpal Saan, yang juga Wakil Sekjen DPP PD.

"Siapa lagi yang terima saat itu?" tanya Anas lagi.

"Yang persis, seingat saya itu ada Fadli Zon dari (kubu) Mega-Prabowo," jawab Saan.

Masih seingat Saan, ketika itu juga ada Indra J. Piliang yang mendapat award sebagai Jubir Capres Jusuf Kalla-Wiranto.

Anas kemudian menanyakan Saan Mustopa mengenai pertemuan sekaligus makan siang di restoran Chatter Box, Senayan. Selain Anas dan Saan, hadir dalam pertemuan itu M. Nazaruddin dan Pashya Ismaya Sukardi. Anas bertanya ke Saan apakah dalam pertemuan itu melihat dirinya membawa tas goody bag.

"Ya saya ingat bawa tas, tapi tak ingat warnanya," terang Saan sembari mengaku ingat Anas memberikan tas itu ke Nazar.

"Ingat kalimat saya ke Nazar ini untuk DP (down payment) Harrier?" tanya Anas

"Saya ingat selintas, tapi saya gak tahu jumlahnya berapa," jawab Saan yang ditimpali Anas jumlahnya Rp200 juta.

Anas kemudian beralih bertanya ke saksi M. Rahmad yang merupakan bekas staf ahlinya di DPR RI.

"Saksi ingat bulan Februari 2010 di ruang Ketua Fraksi saya minta ambil uang di lemari untuk diserahkan ke Nazar?" tanya Anas.

"Saya ingat Pak Anas suruh ambil di lemari waktu itu. Tapi saya tak tahu isi bungkusan," jawab Rahmad.

Saat itu, selain Anas, ada juga Saan Mustopa di ruangannya. Anas disitu juga mengatakan ke Saan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk membayar cicilan mobil Toyota Harrier ke Nazaruddin. Saat ditanya ke Rahmad apakah juga mendengar hal itu, dia tak membantahnya.

"Saya dengar," aku Rahmad.

"Ingin saya garisbawahi itulah peristiwanya DP Harrier," tandasnya. [zul]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

UPDATE

Teddy dan Fadli Zon Saling Bagi Tugas saat Kunjungan PM Modi

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:16

Penegak Hukum Lebih Baik Saling Bongkar Kasus daripada Lindungi Koruptor

Minggu, 12 Juli 2026 | 10:10

Momen Delegasi RI Ziarah ke Makam Ali Khamenei di Mashhad

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:47

Pesan Prabowo ke Aparat Bukan Teguran Biasa Melainkan Instruksi Moral

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:34

Bahlil Bidik Penambahan Kursi Golkar di 2029

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:16

KPK Hormati Proses Hukum Kasus Febrie Adriansyah

Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10

Konflik Memanas, AS Bombardir Iran Lagi setelah Selat Hormuz Ditutup

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:50

Penanganan Kasus Korupsi Jangan Ganggu Kekompakan Polri-Kejagung

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:33

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:15

Kasus Febrie Harus Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Bukan Lobi Politik

Minggu, 12 Juli 2026 | 08:07

Selengkapnya