Berita

Politik

Jokowi Keliru Nyatakan Pilpres 2014 Paling Demokratis

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 18:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sangat keliru jika calon presiden terpilih, Joko Widodo (Jokowi), menilai penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 sebagai yang terbaik dibandingkan sebelumnya.

Pernyataan Jokowi itu perlu dipertanyakan. Pasalnya,  yang dijadikan tolok ukur hanyalah adanya publikasi form C-1 di dalam website KPU. Padahal banyak faktor lain yang bisa dijadikan sebagai pembuktian empirik bahwa pemilu kali ini belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

"Jokowi mungkin belum tahu bahwa sejak berdiri dua tahun lalu DKPP telah memecat sebanyak 207 penyelenggara pemilu. Bahkan sampai Juni di tahun 2014 ini, KPU telah memecat 89 orang. Itu belum termasuk yang diberhentikan sementara dan yang diberi peringatan keras," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, kepada redaksi, Kamis (7/8).


Banyaknya penyelenggara yang dijatuhi hukuman menunjukkan bahwa ada banyak pelanggaran yang telah dilakukan. Pelanggaran yang dilakukan bisa terjadi pada saat persiapan, pelaksanaan, dan mungkin saja terkait pelaksanaan rekapitulasi hasil pemilu.

"Dari sisi ini saja bisa disimpulkan bahwa pemilu kali ini belum tentu bisa dikategorikan sebagai pemilu paling demokratis," ujar Saleh.

Selain itu, kebijakan mengunggah form C-1 baru dilaksanakan sekali dan masih perlu dievaluasi dan dikaji tingkat keberhasilannya. Apalagi, KPU sendiri menyatakan bahwa data yang diunggah di website KPU bukanlah data valid yang bisa dijadikan sebagai bukti hukum. Ditekankan, hanya perhitungan dan data manual yang memiliki kekuatan hukum.

Saleh juga pertanyakan kebijakan KPU yang membuka kotak suara secara nasional sebelum ada perintah MK. Sampai sekarang belum ada jawaban memuaskan dari MK tentang kemungkinan langkah itu melawan UU.

"Sampai sejauh ini, belum ada jawaban yang memuaskan dari instansi berwenang. Karena itu, semua pihak diharap dapat menunggu pendapat Mahkamah Konstitusi terkait kasus ini," tandas Saleh. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya