Berita

arbi sanit/net

Politik

Arbi Sanit Sarankan Jokowi Tekan Dominasi Rini

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 16:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Masih ada peluang Joko Widodo untuk meredam kritik atas penunjukan Rini Soemarno sebagai Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi-JK.

Pakar politik, Arbi Sanit, mengatakan, mulai sekarang sebaiknya Jokowi mengurangi peran menonjol Tim Transisi yang diisi Rini Soemarno, Anies Baswedan, Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, dan Akbar Faizal.

"Biasanya di Amerika Serikat, tim transisi itu diangkat juga jadi menteri karena mereka lebih tahu persoalan dan mereka lebih kelihatan karyanya oleh presiden baru. Dalam kasus ini, sebaiknya itu tidak dilakukan," kata Arbi kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (7/8).


Menurut dia, sosok mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan itu berkaitan dengan sifat ketidakjujuran dan ketiadaaan integritas. Nama Rini memang tak lepas dari beberapa skandal besar, seperti pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia dan kasus BLBI.

Arbi Sanit juga menyatakan, posisi penting Rini itu tak lepas dari bayang-bayang Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, sehingga menguatkan tuduhan bahwa Jokowi hanya boneka dari Mega.

"Jokowi harus melokalisasi kekecewaan orang-orang dengan cara mengurangi peran penting Rini dan kawan-kawannya. Rini juga jangan menonjol, jangan seakan orang simpulkan bahwa semua kebijakan Jokowi merupakan langkah Rini," terangnya.

Dengan melakukan itu, Jokowi bisa mereduksi anggapan publik bahwa kebijakan-kebijakan Jokowi adalah hasil pengaruh kuat Megawati.

"Jokowi harus transparan bahwa Rini tidak mendominasi dalam penyusunan program dan pembentukan kabinet. Jokowi harus buktikan ke publik," tegasnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya