Berita

rini soemarno/net

Politik

MENANTI KABINET JOKOWI-JK

Arbi Sanit: Penunjukan Rini Soemarno Buktikan Jokowi Sangat Tergantung Mega

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 14:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pakar politik, Arbi Sanit, mengkritik penunjukan Rini Soemarno sebagai Kepala Staf Kantor Transisi bentukan Jokowi-JK.

"Sebelum ada keputusan Mahkamah Konstitusi soal gugatan hasil Pilpres, Jokowi sudah membuat kesalahan, kontroversi," tegas Arbi kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (7/8).
 
Dia tegaskan bahwa sosok Rini berkaitan dengan sifat ketidakjujuran seorang menteri, ketiadaaan integritas seorang menteri. Beberapa kasus besar dikaitkan dengan dirinya, misalnya, pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia dan kasus BLBI.


"Soal itu sangat berpengaruh, apalagi dihadapkan pada kenyataan bahwa pemerintah lama kita ini krisis integritas, sekarang dipilihlah orang yang integritasnya diragukan publik untuk jadi kepala Kantor Transisi," sesalnya.

Arbi Sanit memperhatikan, posisi penting Rini itu tak lepas dari bayang-bayang Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang notabene juga punya catatan negatif saat menjadi presiden dengan Rini Soemarno sebagai salah satu menterinya (klik juga disini).

"Dari dulu kan dia orangnya Megawati. Jadi kesimpulan bahwa ada pengaruh kuat Mega ini sulit dibantah," tegasnya.

Dan penunjukan atas Rini yang juga Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) itu, lanjut Arbi, memperkuat tuduhan pasangan Pilpres nomor 1, Prabowo-Hatta, bahwa Jokowi berada dalam ketergantungan yang amat sangat terhadap Megawati Soekarnoputri alias "Jokowi presiden boneka".

"Sekarang, tuduhan itu sudah mulai tampil pembuktiannya. Kontroversi tim transisi ini membangun keraguan terhadap kredibilitas pemerintahahn yang akan datang. Keraguan terhadap Jokowi," ujarnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya