Berita

effendi choirie/ant

Politik

MENANTI KABINET JOKOWI-JK

Gus Choi: Soal Rini Soemarno, Harus Dipahami Jokowi Tidak Mau Bermasalah dengan Mega

KAMIS, 07 AGUSTUS 2014 | 11:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wajar jika pembentukan Tim Transisi Jokowi-JK menuai kontroversi. Apalagi, sosok mantan Menteri Peridustrian dan Perdagangan, Rini Soemarno, yang mengepalai tim itu dianggap punya "cacat" politik dan hukum.

"Soal kontroversi itu biasa di negara demokrasi seperti ini. Masing-masing orang punya hak menyampaikan subjektivitasnya, tetapi semua itu berujung pada siapa yang punya otoritas untuk membentuk tim," kata politisi Partai Nasdem, Effendi Choirie, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (7/8).

Menurutnya, meski otoritas mendirikan Kantor Transisi dan menentukan unsur Tim Transisi itu ada di capres terpilih Joko Widodo, namun ia tetap tidak bisa lepas dari pengaruh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.


"Ibu Rini itu kan pernah menjadi menteri di zaman Ibu Megawati, dan kemesraan itu terasa sampai sekarang. Intinya, Ibu Rini ini orang terpercaya. Untuk menjaga kepercayaan dengan Ibu Mega, harus dipahami bahwa Pak Jokowi mencari cara jangan sampai ada masalah dengan Ibu Mega," tutur politisi yang punya sapaan Gus Choi ini.

"Tapi saya tegaskan, bukan besarnya peran Bu Mega yang penting, melainkan hak prerogatif tetap pada Pak Jokowi dan Pak JK dalam membentuk kabinet. Mereka memiliki kearifan, kebijakan dan sekaligus kepantasan," terangnya.

Meski demikian, di pandangan Gus Choi pribadi,  Rini tetap punya prestasi selain punya kedekatan luar biasa dengan Megawati.

"Dia mantan Direktur Utama Astra, pernah menjadi menteri yang berjasa di zaman Bu Mega," sebut Korwil Pemenangan Jokowi-JK di Jawa Timur ini.

Rini pernah bermasalah dengan DPR RI dalam hal pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia. Gus Choi sendiri waktu itu menjabat Wakil Ketua Panitia Kerja DPR yang berencana menggunakan hak interpelasi untuk bertanya kepada Presiden RI kala itu, Megawati Soekarnoputri, soal proses pembelian pesawat Sukhoi dari Rusia.

Sebelumnya Panja DPR meminta penjelasan dari menteri terkait di kabinet Megawati-Hamzah Haz, seperti Menteri Peridustrian dan Perdagangan Rini Soewandi, Menteri Keuangan Boediono, dan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya