Berita

net

Politik

Politisi Muda PDIP: Kerjasama dengan Partai Lain Bukan untuk Tutupi Skandal Korupsi

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 19:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Membangun Indonesia tidak bisa sendirian. PDI Perjuangan bersama koalisi pendukung Jokowi-JK pun wajib menjalin kerjasama dengan unsur politik dan kultural lainnya di Tanah Air.

Wajar saja jika Jokowi-JK mengajak komunikasi dua partai besar yang berseberangan di Pilpres 2014, Partai Golkar dan Partai Demokrat, untuk memperkuat dukungan politik di parlemen.

Demikian dikatakan politisi muda PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (6/8).


"Membangun Indonesia ini tidak bisa sendiri, tidak bisa satu kelompok saja, melainkan harus mengajak partai lain. Nantinya, yang akan menyatukan kita adalah program kerja di parlemen," ujar Masinton.

Mengenai banyaknya skandal korupsi di tubuh partai lain yang akan diajak berkoalisi oleh Jokowi-JK, menurut Masinton hal itu terpisah dari tujuan kerjasama politik di parlemen.

"Kasus-kasus korupsi itu urusan hukum. Kalau mereka melanggar hukum, itu domain aparat hukum. Kalau urusan parlemen kan ada realita politiknya yaitu mesti mengajak partai lain yang ada sekarang," ujarnya.

Dia tegaskan, kerjasama di antara pendukung Jokowi-JK adalah tanpa kewajiban saling melindungi kasus atau skandal yang pernah ada. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya