Berita

Arsene Wenger

Bola Bagus

Wenger Ogah Benahi Lini Belakang Arsenal

RABU, 06 AGUSTUS 2014 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tak salah bila Manejer Arsenal, Arsene Wenger disebut pelatih paling keras kepala di liga Inggris. Pria berjuluk Sang Profesor itu seakan tidak mau dengar masukan orang lain.

Selama bertahun-tahun dia keras kepala menolak mengatasi masalah pertahanan Arsenal yang bocor, dan lebih memilih memburu gelandang bernaluri serang kerena memainkan lima pemain di belakang striker.

Musim lalu buktinya, lini belakang Meriam London kebobolan 41 gol dari 38 pertandingan di Liga Primer, yang merupakan urutan kedua terbanyak setelah Liverpool yang kebobolan 50 gol dari deretan empat tim teratas.


Seharusnya Wenger menyadari hal itu, tapi Sang Professor seperti ogah mendatangkan pemain bertahan pada jendela transfer musim panas ini.

Keterpurukan semakin menjadi-jadi ketika Bacary Sagna menolak perpanjangan kontrak dan ‘melarikan diri’ ke Manchester City dengan status bebas transfer pada jendela transfer musim ini. Padahal selama ini Sagna selalu menjadi tumpuan pertahanan meriam London. 

Wenger kembali membuat pendukung Arsenal gigit jari saat mereka mendengar Sang Profesor menandatangani kontrak peminjaman pemain bertahan, Carl Jenkinson, ke klub West Ham dengan durasi satu musim.

Krisis di lini belakang seperti bukan prioritas bagi Wenger. Pelatih asal Prancis yang sangat gemilang di era 2000-an itu justru membeli Alexis Sanchez dari Barcelona untuk menambah daya gedor ke gawang lawan. Tidak berhenti sampai di situ, Wenger kembali berencana menambah skuadnya dengan pemain berbakat menyerang.

Surat Kabar The Guardian melaporkan, Arsenal tengah dalam pembicaraan serius untuk mendatangkan gelandang Porto yang tampil cemerlang bersama tim nasional Kolombia di Piala Dunia lalu. Wenger diyakini telah mempersiapkan kocek 16 juta Euro sebagai uang muka dari total 31,7 juta Euro yang diminta Porto agar klub Portugal itu mau melepaskan Juan Fernando Quintero.

“Quintero akan terbang ke London pada Senin pekan depan untuk menyelesaikan langkah awal seharga 16 juta Euro, itu akan terjadi bila Arsenal menyanggupi 31,7 juta Euro sesuai klausul yang dirilis klub,” demikian petikan The Guardian.

Seandainya tidak ada masalah di lini belakang Arsenal, Quintero bisa saja dianggap pembelian paling cerdas setelah Arsenal mendatangkan Sanchez dari Catalan, beberapa waktu lalu. Quintero merupakan gelandang pengumpan, rahasia dari koleksi enam gol James Rodriguez di Piala Dunia lalu. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya