Berita

jokowi/net

Apakah Jokowi Akan Memberi Karpet Merah pada Kader Boediono dan Sri Mulyani

SELASA, 05 AGUSTUS 2014 | 11:20 WIB | OLEH: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Boediono, sang Wakil Presiden, boleh saja tak lagi memegang tongkat kekuasaan. Pun demikian dengan Sri Mulyani, boleh saja namanya hanya sempat terlintas saat kompetisi Pilpres lalu menghilang lagi dari pembicaraan. Sementara Partai Serikat Rakyat Indonesia (SRI), yang disiapkan untuk menjadi kendaraan Sri Mulyani di 2014, tumbang di awal pertandingan.

Namun menanganggap Boediono dan Sri Mulyani tidak lagi berpengaruh dalam penggung politik pasca Pilpres 2014, bisa dikatakan kesimpulan yang diambil terburu-buru. Dua sosok ini, yang diyakini sebagai generasi baru Mafia Barkeley, dipercaya sudah menyebar "kadernya" untuk menduduki kursi menteri di kabinet Jokowi.

Mafia Barkeley adalah istilah yang digunakan oleh David Ransom untuk mengklasifikasikan beberapa ekonom yang menjadi pilar utama dan arsitek ekonomi pemerintahan Orde Baru. Di era Soekarno, mereka disebut sudah aktif dalam menggerogoti pemerintahan yang dikenal sangat nasionalistik dan tak mau tunduk dalam penjajahan gaya baru, yang kemudian dikenal dengan istilah nekolim; neo-kolonialistik dan neo-imperalistik.


Mafia Barkeley, yang juga suka disebut dengan kelompok Sosialis Kanan, memang tak melulu lulusan Universitas California, Berkeley. Kecuali tokoh-tokoh di awal seperti Widjojo Nitisastro, yang bahkan disebut sebagai pemimpin non-formal kelompok ini. Disebut pemimpin non-formal, karena memang kelompok ini tak punya organisasi secara resmi.

Dalam politik, mereka menggunakan politik garam. Dengan gaya politik ini, gerakan mereka  seperti garam yang menyerap dan larut, tak nampak, namun begitu terasa dalam setiap momentum politik. Lebih-lebih di era Orde Baru, mereka adalah anak-anak emas.

Reformasi pun ternyata tak mampu melepaskan dominasi kelompok yang didukung dan disokong kuat oleh Barat, terutama Amerika Serikat tersebut. Kader mereka yang bertebaran, malah semakin leluasa menguasai kursi-kursi kekuasaan. Tak heran, kebijakan ekonomi pasca Reformasi, ternyata lebih liberal dibanding era Soeharto. Boediono dan Sri Mulyani, merupakan dua sosok yang dinilai menjadi arsitek ekonomi liberal di era Reformasi ini.

Setelah Jokowi disebutkan memenangkan Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), kader-kader Boediono dan Sri Mulyani dikabarkan sudah dipersiapkan untuk mengisi berbagai jabatan, terutama menteri. Mereka menyusup dengan berbagai cara, dari mulai menyusun wacana profesionalisme hingga membangun citra. Indikator paling mudah dibaca untuk membuka kedok mereka adalah ide dan gagasannya yang sangat liberaslitik, dan bahkan sangat sinis pada gagasan nasionalisme.

Saat ini tentu tergantung Jokowi-JK. Mampukah mereka menolak kelompok yang punya jejaring ke Bank Dunia dan IMF ini? Atau justru akan memberi karpet merah kepada mereka, sebagaimana Soeharto dulu. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya