Berita

Dunia

Disambut Bak Pahlawan, Mariam Memulai Hidup Baru di Amerika Serikat

JUMAT, 01 AGUSTUS 2014 | 13:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perempuan Sudan yang diancam hukuman mati karena menolak meninggalkan iman Kristen-nya, telah tiba di Amerika Serikat.

Mariam Ibrahim (27) tiba di tanah Paman Sam dan disambut oleh walikota Philadelphia sebagai "pejuang kemerdekaan dunia". Ia kemudian disambut para pendukungnya di New Hampshire.

Mariam Yahia Ibrahim Ishag menjadi sorotan dunia karena dijatuhi hukuman mati oleh pemerintah Sudan akibat tidak memeluk agama ayahnya, Islam. Mariam sendiri dibesarkan oleh ibunya yang beragama Kristen Ortodoks dan mengaku tidak pernah memeluk Islam.


Pemerintah Sudan akhirnya membebaskan Mariam setelah kasusnya didengar dunia dan membuahkan tekanan. Lebih dari sebulan terakhir Mariam tinggal di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Khartoum.

Diberitakan Al Jazeera, Mariam Ibrahim terbang dari Roma setelah ia bertemu pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Francis. Ia tiba di Philadelphia bersama suami dan dua anaknya. Suaminya memiliki keluarga di Manchester, New Hampshire, di mana mereka akan membangun kehidupan baru.

"Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya. Kami sangat lelah. Cobaan ini berakhir," kata suami Mariam, Daniel Wani.

Mariam Ibrahim menikah dengan Wani yang merupakan penganut Kristen dari Sudan selatan, pada tahun 2011. Secara hukum Sudan, anak-anak harus mengikuti agama ayah mereka.

Tadinya ia dan keluarganya tidak boleh meninggalkan negaranya, meskipun pengadilan tertinggi membatalkan hukuman mati pada bulan Juni.

Wani, yang sebelumnya tinggal di New Hampshire, telah diberikan kewarganegaraan AS ketika ia melarikan diri ke negara itu dari perang saudara. Namun ia kemudian kembali dan menjadi warga Sudan Selatan. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya