Berita

john kerry/net

Dunia

KRISIS KEMANUSIAAN GAZA

Amerika Serikat: Gencatan Senjata 72 Jam Bukan Akhir dari Konflik

JUMAT, 01 AGUSTUS 2014 | 11:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pejabat Israel dan Hamas menegaskan bahwa mereka menyepakati gencatan senjata yang diserukan Amerika Serikat dan PBB.

"Kami mendesak semua pihak untuk bertindak dengan menahan diri sampai gencatan senjata kemanusiaan ini dimulai, dan untuk sepenuhnya mematuhi komitmen mereka selama gencatan senjata," kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, dan Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, dalam pernyataan bersama, dikutip dari BBC.

Menurut mereka, gencatan senjata ini sangat penting untuk memberikan waktu bagi warga sipil yang tak bersalah menerima bantuan kemanusiaan, untuk melaksanakan pemakaman bagi saudara mereka yang mati, mengobati yang luka dan menyediakan stok makanan.


Dilanjutkan pernyataan bersama itu, delegasi Israel dan Palestina akan terbang ke Kairo untuk membicarakan "gencatan senjata yang permanen" atas undangan Mesir.

Dari India, Kerry mengingatkan bahwa gencatan senjata 72 jam itu tidak menjamin berakhirnya konflik.

Dia mengatakan bahwa Israel bisa terus menghancurkan "terowongan Hamas" yang dipakai untuk melakukan serangan ke wilayah Israel.

"Ini bukan waktu untuk ucapan selamat atau sukacita, kecuali tekad yang serius dan fokus oleh semua orang untuk mencari jalan di depan," kata Kerry.

"Ini adalah jeda. Ini adalah saat kesempatan, bukan akhir," tegas Kerry. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya