Berita

mahfud md

Politik

Gema Nu Sesalkan Mahfud MD Jadi Machiavellian

RABU, 30 JULI 2014 | 09:48 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta dalam pilpres 2014, Mahfud MD, sekilas terlihat sebagai negarawan. Hal itu karena ia menyatakan mundur dari tim pemenangan ketika tim menggugat hasil Pilpres ke Mahkamah Konstitusi yang pernah juga dipimpinnya.

"Dengan alasan menghindari conflik of interest, kode etik sebagai mantan hakim konstitusi, Mahfud merasa tugasnya sudah selesai. Tapi belakangan sikapnya menjadi aneh," kata Koordinator Nasional Relawan Gema Nusantara (Gema Nu), Muhamad Adnan, lewat pernyataan persnya, Rabu (30/7).

Setelah KPU memenangkan Jokowi-JK, Mahfud mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang merugikan tim Prabowo-Hatta. Mulai dari anggapannya percuma menggugat MK, data quick qount tidak kredibel, data C1 PKS yang tak pernah disampaikan, Prabowo dibisiki data yang keliru dan lainnya.


"Secara etik pernyataan Mahfudz ini tidak etis. Dapat dibaca bahwa Mahfud berkhianat, meninggalkan gelanggang sebelum pertempuran selesai, mencari selamat sendiri setelah Prabowo Hatta dinyatakan kalah oleh KPU," ujar Adnan.

Apalagi, lanjutnya, setelah itu media sosial ramai membahas foto Mahfud bertemu tim pemenangan Jokowi-JK.  Indikasi yang menguatkan bahwa Mahfud sedang "bermain" mencari posisi di pemerintahan jika Jokowi-JK dimenangkan MK.

"Sangat disayangkan, sikap Mahfud yang selama ini terkenal konsisten berubah jadi seorang Machiavellian, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan ambisi pribadinya," kata Adnan lagi.

Ia menduga perubahan sikap Mahfud itu hanya karena keinginan berkuasa ditambah iming-iming jabatan menteri.

"Ini menabrak prinsip prinsipnya sendiri yang menempatkan moral dan etika di tempat terhormat dalam politik. Contoh yang tidak baik bagi kami anak muda yang selama ini mengagumi beliau," jelasnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya