Berita

Fadel Muhammad

Wawancara

WAWANCARA

Fadel Muhammad: Pak Jusuf Kalla Yang Kasih Tahu Munas Golkar Digelar Awal 2015

RABU, 16 JULI 2014 | 09:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Golkar bergejolak usai pilpres lalu. Ada desakan agar segera Munas digelar untuk mengganti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB).

Sebab, ARB dinilai gagal menghantar Partai Golkar sebagai pemenang dalam pileg lalu, dan gagalnya ARB menjadi capres atau cawapres.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad tidak setuju pergantian ARB secara mendadak. Sebab, dalam Munas ke-8 di Riau, 2009, memutuskan pergantian ketua umum dilakukan pada Januari 2015.


“Saya pikir kita harus bersikap gentleman dan menghargai putusan organisasi. Kita harus menghargai ketua umum Pak ARB,” kata Fadel Muhammad kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta,  Senin (14/7). “Kalau ada yang ingin menjadi ketua umum Golkar, silakan. Cuma saya menghimbau agar menghargai hasil Munas di Riau,” tambahnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Bukankah banyak elite Golkar minta agar Munas dipercepat?
Memang sekarang banyak yang minta Munas dipercepat atau bahkan Munaslub. Maka ada yang mengindikasikan Golkar pecah.

Yang mesti diingat, saya itu adalah Ketua Munas Golkar ke-8 di Riau, 2009, dengan putusan sudah jelas, Munas berikutnya 2015.

Apa benar Munas dilaksanakan 2015 keinginan ARB?
Tidak benar. Yang benar adalah Pak Jusuf Kalla saat itu panggil saya ke ruangannya di DPP dan memberitahukan kepada saya bahwa DPP sudah memutuskan Munas Golkar berikutnya awal 2015.

Lalu saya bilang, bukankah seperti biasanya Oktober 2014 Munas harus dilakukan. Tapi Pak Jusuf Kalla bilang nggak. Beliau menegaskan kepada saya bahwa seharusnya yang berkeringat itu yang mengatur di kabinet dan kebijakan Golkar selama 5 tahun ke depan. Jadwal yang seharusnya memang 20 Oktober 2014. 

Apa Anda saja yang tahu soal itu?
Kalau tidak salah waktu saya menemui Pak Jusuf Kalla, ada Agung Laksono juga kok. Maka saya sebagai ketua Munas waktu itu meminta kepada Komisi Organisasi dalam Munas merubah jadwal Munas berikutnya. Saya yang pegang palunya dan itu saya ketuk palu di rapat pleno, semua sepakat Munas berikutnya Januari 2015.  Saya sebagai Ketua Munas tahu seluk-beluknya dan dapat saya pertanggungjawabkan semuanya.

Jadi, Munas Golkar di tahun 2015 itu bukan kemauan Pak ARB, karena beliau terima jadi saja. Ini atas perintah ketua umum sebelumnya yakni Pak Jusuf Kalla.

Apa Anda akan beberkan fakta-fakta itu?
Ya, saya akan saya beberkan fakta mengenai kenapa Munas diselenggarakan 2015 pada sidang pleno DPP Partai Golkar.

Kapan?
Saya perkirakan pleno DPP akan diselenggarakan sesudah Lebaran. Penjelasan ini perlu diketahui supaya tahu duduk perkaranya.

Sekarang gejolak semakin keras dan sudah menjurus ke hal tidak benar. Saya tidak memihak kepada siapa-siapa. Tapi kebenarannya seperti itu.

Ada yang ingin ARB secepatnya diganti karena dianggap gagal pimpin Golkar, ini bagaimana?
Tidak bisa begitu dong. Memang suara Partai Golkar hanya naik satu persen dibanding Pemilu 2009. Tapi kan tidak turun. Itu semua berkat kepengurusan yang sekarang ini.

Ada yang bilang karena Aburizal Bakrie gagal menjadi capres atau cawapres dalam pileg lalu, ini bagaimana?
Itu masih bisa diperdebatkan, karena Pak ARB sadar elektabilitasnya tidak terlalu tinggi dibanding calon lainnya. Beliau realistis dan cerdas mengambil langkah yang rasional.

Pak ARB tidak jadi nyapres itu sudah dijelaskan juga dalam rapat pleno, termasuk keputusan untuk berkoalisi dengan Prabowo Subianto. Semua menerima pernyataan Pak ARB.

Apa himbauan Anda terhadap masalah ini?
Kita semua harus menghormati keputusan Munas 2009. Siapa pun yang memimpin di Golkar harus dihormati, termasuk pemimpin terpilih berikutnya.

Kader Golkar harus komit dengan pemimpinnya. Bukan karena ambisi segelintir orang, maka merusak semuanya. Pergantian kepemimpinan Golkar waktunya belum tepat. Kita semua harus taat hasil Munas.

Kenapa ada desakan Munas Golkar dipercepat?

Ini mereka mau mengatur kabinet, karena kabinet disusun Oktober ini. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya