Berita

piala dunia 2014

Bola Bagus

26 Ribu Tentara Amankan Final

Fans Brasil Jagokan Jerman
SABTU, 12 JULI 2014 | 08:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Aura panasnya laga final me­nyebar di seantero Brasil. Tak ingin kecolongan, pemerintah Bra­sil memperketat peng­aman­an. Sebanyak 26 ribu polisi dan tentara akan diterjunkan untuk me­ngontrol situasi keamanan di dalam dan luar Stadion Ma­ra­cana, Rio de Janeiro.

Menteri Keamanan dan Per­ta­hanan Brasil, Jose Eduardo Car­dozo, telah menggelar per­te­muan dengan beberapa petinggi FIFA. Mereka mendiskusikan be­berapa masalah terkait dengan penyelenggaraan partai final yang akan berlangsung, Senin (14/7) dini hari WIB.

Isu keamanan menjadi hal paling sering dibahas dalam per­temuan ini. Baik peme­rin­tah Brasil dan FIFA khawatir akan terjadi kerusuhan besar saat final berlangsung.


Pemerintah dan FIFA takut jika nantinya suporter garis keras Brasil yang hadir ke sta­dion akan saling bentrok de­ngan para pendukung Argen­tina. Seperti diketahui rivalitas antara Brasil dan Argentina di kancah internasional memang sa­ngat ketat.

Meski Jerman sudah mem­per­malukan Brasil sedemikian rupa, sebagian besar suporter tuan rumah diyakini masih akan memberikan dukungan buat Die Mannschaft. Buat mereka lebih baik Jerman yang jadi juara ketimbang Argentina yang mengangkat trofi Piala Dunia di Maracana.

“Argentina tidak boleh me­nang di sini,” seru Lilia Viana, suporter Brasil berusia 44 tahun.

Teriakan “Maradona lebih hebat dari Pele” sangat sering terdengar setiap Albiceleste main di Brasil. “Anda akan me­lihat Messi, dan dia akan mem­beri trofi buat kami,” lan­jut yel-yel suporter Argentina.

Pendukung Brasil tak mau kalah. “Seribu gol, cuma Pele yang punya 1.000 gol!” teriak me­reka.

Pele dan Maradona adalah satu contoh kecil dari sekian banyak sumbu yang bisa me­ledakkan rivalitas kedua ne­gara. Pertarungan klub dari ke­dua negara di ajang Copa Li­ber­tadores kerap me­mun­cul­kan bentrok.

Dalam setiap kesempatan Argentina bermain, selalu ada pen­dukung Brasil yang me­nya­ksikan dengan meng­gu­na­kan jersey lawan dan mene­riakkan sorakan ke arah Messi cs.

“Saya bisa mendukung ne­gara manapun, kecuali Argen­tina. Saya seorang Pele, bukan Maradona,” sahut suporter lain ber­nama Luiz Amorim, pada koran lokal.

Berdasarkan laporan hingga ke­marin, belasan ribu fans tim Tango sudah tiba dan mulai ber­gabung dengan para kom­patriot mereka yang selama be­berapa hari terakhir ini, me­ne­tap di Fan Fest pantai Copa­ca­bana.

”Kami datang langsung ke Rio dan kami akan pergi dari ko­ta ini sebagai juara,” singkat se­orang fan bernama Pablo de­ngan bahasa Inggris yang ter­bata-bata.

Suporter datang sebagai rom­bongan ”kloter” pertama ini mayoritas datang dari Sao Pau­lo, usai menyaksikan Al­bice­leste menyingkirkan Be­lan­da di semifinal sebelumnya via drama adu penalti.

Mereka berdatangan dengan beragam kendaraan yang bisa mereka bawa, mulai dari mobil pribadi, bus sewaan, sampai mo­bil trailer atau mobil cara­van. Sementara itu, Rio sendiri juga sudah memperketat ke­amanannya sejak kemarin.

Untuk mencegah adanya para perusuh, pihak kepolisian se­tempat mulai terlihat memo­bilisasi sekitar sepuluh ribu ang­gotanya, khusus untuk sekitar Stadion Maracana.
Presiden Absen.

Ribuan fans Argentina akan hadir, namun Presiden Cristina Kirchner tidak akan berada di antara mereka karena sedang sa­kit tenggorokan. Kabar ini disam­paikan lewat secarik su­rat kepada Presiden Brasil  Dil­ma Rousseff.

Dijelaskan, Kirchner akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu ini dan menghadiri pertemuan puncak negara-negara berkembang pekan depan di Brasilia.
Kirchner mengatakan dalam surat tersebut bahwa selama se­pekan ia melawan phar­yn­go­laryngitis — peradangan pada pharynx dan larynx.

Kirchner juga mengatakan bah­wa pada Senin ia harus be­rang­kat ke Argentina selatan un­tuk menghadiri ulang tahun per­tama cucunya Nestor Ivan.

“Sebagai seorang nenek, Anda bisa bayangkan betapa ber­semangatnya saya untuk ber­bagi peristiwa ini dengan ke­­luarga saya,” kata Kirchner ke­pada Rousseff.

Adapun Kanselir Jerman Ange­la Merkel dan Presiden telah me­ngatakan akan datang me­nyak­­sikan pertandingan itu. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya