Berita

Piala Dunia 2014

Bola Bagus

Howedes Disiapkan Kawal Messi

Pemain Jerman Dijauhkan Dari Alkohol
SABTU, 12 JULI 2014 | 08:05 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Duel klasik juara dunia tiga kali Jerman versus juara dunia dua kali Argentina di partai final dipenuhi   gengsi. Duel dua tim raksasa Eropa dan Amerika Latin di Stadion Maracana, Senin (14/7), besok.

La Abicelleste, julukan Ar­gen­tina sangat bernafsu membawa pu­lang gelar juara, setelah 28 ta­hun tidak mencicipi gelar jua­ra di pentas sepakbola se­jagat. Begitu juga Der Panzer, ju­lukan Jerman, sudah 24 ta­hun me­mimpikan tropi ter­se­but. Tak  heran, keduanya akan bermain dengan semangat yang sangat lapar gelar. Apalagi laga final selalu menjanjikan at­mosfer yang sakral.

Pemain bertahan Argentina, Javier Mascherano meng­ung­kap­kan, re­sep negaranya untuk me­nga­lah­kan Der Panzer.


 Menurutnya, Albiceleste harus bermain kom­pak di semua lini dan pantang bagi Mas­che­rano untuk mem­be­rikan ruang gerak pada Thomas Muller Cs.

“Jelas, jika anda ber­main me­lawan Jerman, anda ja­ngan sampai menyisakan ruang gerak pada mereka. Jika itu terjadi, sulit untuk kami mem­bendung serang­an mereka,” tu­tur Mascherano pada Daily Star.

Selain mempersempit ruang ge­­rak kubu asuhan Joachim Loew tersebut, Mascherano me­wan­ti timnya agar bermain kom­pak.

“Kami harus bermain rapat. Kami mulai mempelajari per­main­an Jer­man,” tegasnya.
Dia  menekankan bahwa Tim Tango tidak akan mengubah gaya permainan  kala me­ladeni  Der Panzer dan terus menerapkan se­mangat pantang menyerah seperti yang mereka tunjukkan di laga-laga se­belumnya.

“Saya tidak takut kalah. Sama sekali tidak. Ka­mi tahu ini akan jadi sulit karena mereka adalah tim besar, namun kami akan mem­be­rikan segalanya seperti yang kami laku­kan saat melawan Belanda,” tuturnya.

Senada dengan Mascherano, ju­ru gedor Argentina, Sergio ‘Kun’ Aguero menegaskan tim­nya akan berjuang hingga titik darah penghabisan, untuk me­rengkuh juara dunia ketiga kali­nya.

“Kami selalu mem­berikan segalanya dalam pertandingan. Mu­dah-mudahan pada hari Ming­gu (final) kami bisa mem­be­rikan yang terbaik. Jerman juga akan khawatir tentang kami (Argentina),” ucap Aguero yang baru bermain di babak kedua saat kontra Belanda.

Jelang laga tersebut, Angel Di Maria sudah mulai berlatih tanpa re­kan-rekannya di markas Ar­gen­­tina, Belo Horizonte, kema­rin. Bin­tang Real Madrid ini me­le­­watkan laga semifinal kon­tra Be­­landa, karena  cedera hamstring.

Di Maria kini dikejar waktu supaya dapat pulih total dan beraksi di final melawan Jerman. Menurut kabar yang diwartakan Daily Mail, pemain sayap berumur 26 ta­hun ini terlihat berlatih bersama fisioterapis timnas Argentina. Se­mentara itu, kompatriotnya men­jalani latihan ringan dan ber­main laga uji coba.

Sementara di kubu Jerman, pe­latih Joachim Loew mela­kukan persiapan di pantai Atlantic yang ber­ada tepat di depan Campo Bahia. Campo Bahia merupakan tem­pat pemusatan latihan selama mengikuti Piala Dunia 2014. Da­lam masa persiapan jelang laga fi­nal, pelatih yang akrab di­pang­gil Jogi ini melakukan proteksi terhadap anak asuhnya dengan menggelar latihan tertutup.

Seperti dilansir media Jerman, Bild de, latihan tertutup ini dila­ku­kan supaya taktik dan strategi yang diterapkan di final tidak di­ketahui lawan. Supaya kon­sen­trasi pemain hanya tertuju ke­pada pertandingan final, maka Philipp Lahm Cs dilarang meng­ha­diri sesi jumpa pers atau me­layani permintaan wawancara.

Selain itu, proteksi yang ber­si­fat pribadi juga dilakoni Loew. Istri dan kekasih (Wags) tidak boleh mendampingi para pemain sampai berakhirnya per­tan­ding­an final. Selain itu, pemain juga dilarang mengkonsumsi minum­an beralkohol.

Loew juga meminta Benedikt Howedes untuk mengawal per­ge­rakan penyerang Argentina Lionel Messi dalam pertan­dingan final nanti. Pemain ber­po­sisi di bek kanan tersebut se­be­lumnya berhasil meng­hen­tikan laju Cristiano Ronaldo, se­waktu Jerman mengalahkan Por­tugal 4-0 di laga perdana. “Messi adalah pemain fantastis, satu dari pemain terbaik dunia, sama seperti Cristiano Ronaldo. Kami harus bermain kolektif meng­atasi Messi karena dia tidak bisa di­hentikan dalam duel satu me­lawan satu,” tutur Howedes.

“Ketika kami bermain kolektif bahkan pemain hebat seperti Messi akan kesulitan menembus lini pertahanan. Jika kita dapat bertahan sebagai sebuah tim, kami akan membendung dia,” katanya.

Miroslav Klose yang menjadi saksi hidup saat Jerman kalah pada partai final Piala Dunia 2002 dari Brasil tak ingin meng­ulangi kegagalan serupa pada tahun ini. Klose ingin membayar kegagalan itu dengan mengincar gelar juara Piala Dunia di Brasil.

“Kami menikmati pertandingan melawan Brasil tapi segera berpaling setelah 24 jam. Pada pertandingan berikutnya, kami harus kembali menampilkan yang terbaik kemampuan kami. Rasa­nya benar-benar menge­rikan saat kalah di final, jadi saat­nya kami untuk meme­nang­kan yang satu ini,” ujar striker asal Lazio itu.

Ini bukan kali pertama, juara dunia tiga kali, bertanding meng­hadapi Argentina. Di turnamen Piala Dunia, partai final di Es­tadio Maracana akan menjadi per­temuan ketujuh, di mana Jer­man unggul dengan empat kali menang, satu kali seri, dan satu kali kalah. Pertemuan terakhir ter­jadi pada empat tahun lalu di Afrika Selatan. Der Panser me­nang dengan skor 4-0 di perem­pat­final.

Seperti diketahui, pertemuan Jer­man dan Argentina partai ulang final Piala Dunia 1986 dan 1990. Pada final Piala Dunia 1986 di Meksiko, Tim Tango, ju­lukan Argentina sukses menga­lahkan Jerman dengan skor 3-2. Saat itu, Argentina masih di­per­kuat Diego Armando Maradona sem­pat unggul 2-0 terlebih da­hulu lewat gol Brown (23) dan Val­dano (55). Namun, Jerman mampu mengejar lewat gol Karl Heinz Rummenige (74) dan Rudi Voller (80). Tapi sebuah um­pan jitu dari Maradona untuk Burruchaga mengubur ambisi Jer­man. Argentina keluar se­ba­gai juara.

Empat tahun berselang, gili­rang Jerman membalas keka­lah­an atas Argentina dengan skor tipis 1-0. Sayangnya, laga yang di­gelar di Stadion Olimpico itu dinilai sebagian kalangan adalah partai final Piala Dunia terburuk yang pernah ada. Anggapan ini lantaran kedua tim bermain de­fen­sif dan kedua tim cen­derung be­rmain kasar. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya