Kekalahan dalam sepakÂboÂla memang kejam. Namun bisa lebih kejam lagi “bumbu-bumÂbu†kekalahan yang tersaji di duÂnia maya. Di berbagai social meÂdia, beredar artikel atau foto yang menimbulkan spekulasi akan terjadi kerusuhan pasca hanÂÂcurnya Brasil.
Beberapa pengÂÂguna media sosial secara seÂngaja banyak yang mengunduh foto-foto kerusuhan yang sebeÂnarÂnya diambil beberapa bulan lalu, seolah-olah terjadi setelah pertandingan. Sampai kemarin malam WIB, belum ada berita telah terjadi kerusuhan di Belo Horizonte, tempat pertandingan itu berlangsung.
Di twitter, sebagian pengguna baÂnyak mengeluarkan komentar atau becanda, seolah-olah Brasil akan segera rusuh, sehingga meÂnimÂbulkan banyak kesalahpaÂhaÂman.
Ada beberapa pengguna meÂdia sosial yang menyebarkan foÂto kerusuhan yang sebenarnya terÂjadi pada 2013, tapi mengataÂkan terjadi beberapa saat setelah pertandingan.
Bahkan ada foto kerusuhan yang dinyatakan terjadi di Brasil, padahal dalam faktanya terjadi saat kerusuhan di London pada 2011. Belum cukup, di YouTube beÂredar video adanya aksi penjaÂraÂhan di toko-toko yang diduga juga hoax.
Seorang wartawan di Brasil meÂlaporkan, suasana di Sao PauÂlo tetap kondusif, tidak rusuh seÂperti isu yang beredar di media sosial.
Ia berada di lokasi nobar di SeÂkolah Samba Vai Vai, Sao Paulo. Sebelum pertandingan dimulai, warga mengeluarkan kursi dan meja plastik dan mencari posisi yang pas di depan layar besar. MeÂreka juga meramai-ramai meÂletakkan banyak bir di meja unÂtuk diminum bersama sambil meÂÂnyaksikan aksi David Luiz dkk.
Saat pertandingan dimulai, antusiasme penonton bertambah besar. Petasan dinyalakan, bebeÂrapa mengeluarkan suara dentuÂman yang cukup besar. Tapi seteÂlah gol pertama menjebol gaÂwang Brasil, sorak-sorai perlaÂhan hilang. Apalagi setelah gol demi gol menambah telak kekaÂlaÂhan tim kesayangan mereka.
Kalau pada gol pertama dan kedua sebagian warga masih mengangkat tangan tanda tidak menerima kekalahan, gol ketiga dan seterusnya suasana jadi hamÂbar. Satu dua penonton wanita muda terlihat meninggalkan temÂÂpat nobar.
Joao, warga Brasil yang tingÂgal dekat Sekolah Vai Vai, awalÂnya sangat optimis Brasil akan melibas Jerman 2-0. Tapi setelah pertandingan babak pertama usai, dia tidak bisa bilang apa-apa. “Saya nggak tahu kenapa jadi begini,†katanya.
Salah seorang warga Sao PauÂlo, Kleber, merasa yakin keruÂsuhan tidak akan terjadi. “Tidak mungkin warga Brasil akan ruÂsuh hanya karena pertandingan. Kalau marah iya. Tapi tidak samÂpai rusuh,†kata Kleber.
Dia pun mengaku tahu persis keÂrusuhan yang terjadi pada 2013. Tapi itu karena terkait keÂsejahteraan. Tidak ada hubungan dengan pertandingan sepak bola.
Tapi, lanjutnya, kerusuhan mungkin saja terjadi kalau Brasil kalah dari Argentina. “Kalau kaÂlahÂnya dari Argentina sih bisa jaÂdi,†imbuh resepsionis di sebuah hotel berbintang ini.
Lelucon SocmedBukan hanya spekulasi keruÂsuÂhan, social media juga meÂmunÂÂculkan banyak lelucon di berÂÂbagai kreativitas. Account TwitÂÂter @Troll_Football, misalÂnÂya. Dalam account ini muncul kariÂkatur orang dengan bendera BraÂsil dan Arab Saudi. Kedua orang ini berpelukan dan ada tuliÂsan besar “Saya tahu perasaan itu.â€
Gambar tersebut merujuk paÂda Brasil dan Arab yang sempat dipermalukan Jerman dengan skor telak di Piala Dunia. Pada 2002, Der Panzer menghabisi Arab Saudi 8-0.
Masih di acÂcount yang sama, ada foto pelaÂtih Luiz Felipe Scolari dan pelaÂtih Spanyol, Vicente Del Bosque, tengah berdampingan, dan tamÂpak begitu mirip. Dan ada tulisan besar, “Saudara?†Mungkin ini menyindir nasib keduanya yang sempat kalah telak di Piala Dunia kali ini.
Account @FASfootball tak kaÂlah kreatif. Ada gambar yang meÂnunjukkan perubahan eksÂpresi wajah saat Jerman menceÂtak gol. Saat skor 1-0 untuk JerÂman, wajah itu masih tersenyum. Skor 2-0 mulai cemberut. Dan saat skor 5-0 membentuk tangan yang menutupi wajah dan seperti trofi Piala Dunia. “Bagaimana logo Piala Dunia dibuat,†tulis account tersebut.
Lalu, ada sindiran menarik dari account @FootballFunnys. Dengan gambar minuman kaÂleng, 7Up mereka menulis “AdaÂkah pemain Brasil yang ingin ini?â€. Di account @zoowithroy, ada bendera Brasil yang melalui proses edit. Dalam bendera itu menumpuk bola yang masuk ke gawang. “Bendera Brasil baru,†tulis account tersebut.
Ada juga yang menyindir buÂkan dalam bentuk gambar, hanya tanggapan yang unik.
“Brasil memiliki Ronaldinho, Robinho, Pato, Coutinho, Kaka, dan Lucas Moura, namun mereka memilih Fred.†Seperti yang diketahui, Fred baru mencetak satu gol di Piala Dunia kali ini.
Brasil merupakan sebuah neÂgara yang sangat percaya pada hal berbau mistis. Jadi tak aneh jika mereka langsung menunjuk seorang ‘kambing hitam’ yaitu Mick Jagger.
Jagger ternyata kerap menjadi peramal yang berujung sial bagi tim yang ia dukung. Vokalis The Rolling Stones itu telah diberiÂkan label ‘pe fio’, atau artinya kaki diÂngin, di Brasil karena preÂdiksinya sepanjang Piala Dunia ini.
Sebelumnya ada beberapa preÂdiksi yang dilontarkan Jagger meÂnyangkut beberapa peserta di Piala Dunia 2014 ini.
Contoh A: Jagger mengatakan pada fans di sebuah pertunjukan di Roma kalau Italia akan mengÂalahkan Uruguay dan melaju ke fase knockout. Azzurri akhirnya kalah dan tersingkir.
Contoh B: Dia mengatakan paÂda fans di Lisbon kalau PortuÂgal bisa memenangkan semua laga di Piala Dunia 2014. NaÂmun, Cristiano Ronaldo cs tamÂpil mengecewakan dan tersingkir cepat.
Contoh C: Jagger juga menÂdukung timnya, Inggris, pada laga kedua grup lalu melawan Uruguay. ‘The Three Lions’ pun tumbang akibat dua gol Luis Suarez.
Jadi, saat Jagger muncul di Estadio Mineirao bukan pertaÂnÂda bagus buat skuad Brasil. ApaÂlagi, putranya dengan jelas menÂdukung tuan rumah karena berÂkostum lengkap.
Meski sang rockÂstar tampil santai dengan jaket jeans dan topi Inggris. SonÂtak dunia maya menjadi tempat pertama kata ‘kutukan Jagger’ muncul. “Mick Jagger yang berÂsalah,†tulis account @TiaÂgoÂVenÂdetta dalam situs micÂroblogÂging, Twitter.
“Mick Jagger ada di dalam stadion?? Kamu pasti bercanda,†tulis @RosenRot5. ***