Berita

dr. muradi/unpad

Politik

DR. Muradi: Konsep Maritim Indonesia Harus Dimulai dari Ketegasan Pemimpin

MINGGU, 06 JULI 2014 | 05:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemimpin Indonesia berikutnya harus memahami seluruh aspek menyangkut kemaritiman, baik yang bersifat geo-ekonomi, geo-politik, maupun geo-strategik. Program dan visi misi capres menyangkut peningkatan pengelolaan maritim tanah air patut diapresiasi.

Demikian disampaikan pakar politik dari Universitas Padjajaran, DR. Muradi, usai seminar bertema Poros Maritim Indonesia di Mata Internasional, di Bandung, Sabtu malam (5/7).

Muradi berpendapat, konsep dan arah kebijakan pembangunan di bidang maritim harus dimiliki seorang presiden dan tidak hanya dibebankan kepada kementerian atau badan pemerintah lainnya saja.


Dengan begitu, lanjut dia, tiga syarat penting untuk membangkitkan potensi maritim Tanah Air akan terpenuhi.

Tiga syarat utama itu adalah adanya pucuk pimpinan yang memiliki komitmen untuk mewujudkan bangkitnya kemaritiman, adanya potensi dan sumber daya kelautan yang melimpah, serta pengembangan infrastruktur kelautan. Kalau ketiga hal ini terpenuhi, tidak ada alasan poros zona maritim tidak tercapai.

"Pelabuhan-pelabuhan harus ditingkatkan, banyak dibangun pelabuhan baru, baik untuk lalu lintas angkutan barang maupun penumpang," katanya menjelaskan sisi geo-ekonomi yang harus ditingkatkan.

Selain itu, keamanan di seluruh wilayah perairan Indonesia ini pun harus ditingkatkan, agar seluruh kapal-kapal yang melintas bisa terjamin keamanannya.

Sedangkan terkait geo-politik, menurut Muradi, pemerintah harus lebih berani terhadap pihak-pihak yang mengusik wilayah perairan kita. Bahkan, Muradi mendukung jika pemerintah bersikap ofensif terhadap negara lain yang menggangu kedaulatan wilayah air Indonesia.

"Sedangkan geo-strategik, kita harus sadar kita ini berada di antara dua samudera, dua benua. Dan potensi kelautan kita ini besar," katanya.

Muradi optimistis, jika semua aspek terpenuhi, dunia maritim Tanah Air akan menggeliat dalam kurun waktu yang tidak lama.

"Terlebih jika pertumbuhan ekonomi kita di atas 7 persen, saya optimis maritim kita akan bangkit dalam waktu yang tidak lama," demikian Muradi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya