Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

PILPRES 2014

Rachmawati Siapkan Buku “Dosa Politik Mega”

KAMIS, 03 JULI 2014 | 22:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Rachmawati Soekarnoputri sedang mempersiapkan sebuah buku kecil untuk diberikan kepada Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Dalam konteks Pilpres 2014, Rachma memiliki sikap yang berbeda dengan Surya Paloh. Tidak seperti Surya Paloh yang mendukung PDIP dan mendukung pencapresan Joko Widodo, Rachma memilih sebaliknya, tidak mendukung PDIP dan tidak mendukung pencalonan Jokowi.

“Saya pernah punya rencana bertemu Jokowi. Tetapi dia tidak jadi datang. Tadinya saya mau tanyakan sikap Jokowi tentang sejumlah hal yang saya kira penting untuk dijelaskan,” ujar Rachma di kediamannya, di Jalan Jati Padang Raya, Jakarta Selatan, Kamis petang (3/7).


Buku kecil yang sedang disiapkan Rachma itu akan diberi judul “Dosa Politik Mega”. Di dalam buku itu Rachma akan merangkum sejumlah kasus yang terjadi ketika Megawati Soekarnoputri berkuasa antara 2001-2003.

Selain kepada Surya Paloh, buku itu juga akan dibagikan kepada tokoh-tokoh nasional lainnya.

Rachma bermaksud mengingatkan dan menjelaskan kepada pimpinan Partai Nasdem bahwa ketika berkuasa Mega melakukan sejumlah hal yang merugikan negara.

Di antara kasus-kasus yang dirangkum Rachma itu, antara lain adalah penjualan PT Indosat, penjualan ladang gas Tangguh, pembelian Sukhoi “bodong”, penjualan VLCC, dan kebijakan memberikan pengampunan kepada pengemplang BLBI melalui Release and Discharge.

“Kasus-kasus ini perlu dijelaskan kembali, agar publik mengingat kembali kualitas kepemimpinan Mega dan partainya,” ujar Rachma.

Menurutnya, Joko Widodo yang didukung Mega dan PDI Perjuangan kali ini pun tidak akan jauh berbeda dengan Mega.

“Kita jangan seperti beli kucing dalam karung. Jokowi mampu tidak membatalkan semua kebijakan politik Mega yang keliru itu. Dengan ringan dia (Jokowi) mengatakan akan buy back Indosat. Saya kira dia hanya asal bicara saja,” ujar Rachma lagi. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya