Berita

timnas Swiss

Bola Bagus

Swiss Akui Sepakbola Memang Brutal

Disingkirkan Argentina Secara Dramatis
KAMIS, 03 JULI 2014 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tragis. Itulah yang dirasakan timnas Swiss saat disingkirkan Argentina dengan skor tipis 0-1 di babak 16 besar di Arena Corinthians, Sao Paulo, dini hari kemarin. Yang menyakitkan, gol semata wayang itu tercipta dua menit sebelum bubaran, setelah menjalani babak perpanjangan waktu.

Tak pelak, gol yang diciptakan gelandang Argentina Angel Di Maria dimenit ke-118 itu sangat disesali asisten pelatih Swiss, Michel Pont. Namun, dia juga tidak menampik jika fisik Stephan Lichtsteiner dan kawan-kawan menurun di babak perpanjangan waktu. “Sepakbola itu brutal, brutal, brutal. Sayangnya, kami tidak punya kekuatan yang cukup di akhir untuk melalui perpanjangan waktu,” ucap Pont seperti dikutip Reuters.

“Begitulah sepakbola, satu kesalahan kecil. Kami punya peluang untuk mencetak gol sebelum itu. Ini benar-benar kejam,” katanya.


Rasa kesal juga ditunjukan pelatih Swiss, Otmar Hitzfield. Dia mengatakan, melihat swiss mengalami kekalahan di menit-menit akhir sungguh menyakitkan.

Apalagi di penghujung pertandingan, Swiss sebetulnya nyaris bikin gol dan memaksakan laga untuk dilanjutkan ke adu penalti. Tapi, sundulan Blerim Dzemaili menyambut umpan Xherdan Shaqiri hanya membentur tiang gawang.

“Kami memainkan pertandingan yang harus kami mainkan, tapi Anda bisa lihat sendiri apa yang Argentina dapat lakukan ketika mereka memiliki ruang. Jika kita keluar dan menyerang mereka, maka mungkin mereka akan mencetak lebih banyak gol daripada Prancis, ujar Hitzfeld merujuk duel Swiss kontra Prancis (2-5).

“Idenya adalah untuk menghentikan (Lionel) Messi dengan menempatkan tiga atau empat pemain menjaganya, tetapi ketika Anda melawan tim seperti itu, Anda tidak bisa hanya berkonsentrasi pada satu pemain, seperti yang ditunjukkan (Angel) Di Maria,” ujar Hitzfeld.

Sekalipun begitu, Hitzfeld tetap bangga pada para pemainnya. Hasil ini, katanya, memperbaiki pencapaian sebelumnya dimana pada Piala Dunia 2010 Swiss bahkan tak lolos ke putaran kedua.

“Saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain saya untuk cara mereka bermain hingga akhir. Hari ini Swiss mendapat pengakuan dari banyak orang di seluruh dunia dan kami dapat pergi dengan kepala tegak. Adapun masa depan saya, saya pensiun dari pembinaan sehingga saya bisa menjalani kehidupan yang lebih tenang,” tegasnya.

Di kubu lawan, Pelatih tim nasional Argentina, Alejandro Sabella, menyatakan timnya beruntung bisa mengalahkan Swiss 1-0 pada pertandingan perdelapan final Piala Dunia 2014 di Arena de Sao Paulo, Selasa (1/7).

Oleh Swiss, Argentina kata Sabella mengalami masa-masa yang paling sulit untuk mencetak gol dalam satu pertandingan.

“Untungnya, kami bisa memenangkan pertandingan pada babak tambahan. Babak pertama, Swiss berada di atas. Itu pertandingan yang aneh. Sekarang, kami harus beristirahat dan menyiapkan pertandingan selanjutnya,” kata Sabella.

“Sebagai pelatih, ada beban berat di pundak saya. Namun, beruntung, kami bisa menang dalam 120 menit,” sambungnya.

Sementara itu, bagi sang superstar Argentina, Lionel Messi, menuturkan adanya 2-3 bek Swiss yang mengawal dirinya membuat dia sulit bergerak secara leluasa.

Dia pun menyebut, laga kontra Swiss adalah laga paling sulit yang dihadapi Argentina di Piala Dunia 2014.

“Kami menderita, menderita dan menderita, kami semua. Kami mulai berpikir kalau (kemenangan) itu tidak akan datang. Tapi pada akhirnya keberuntungan berpihak pada kami dan kini kami punya keunggulan untuk maju ke babak selanjutnya,” ujar  Messi dilansir  DailyMail.

Dengan kemenangan ini, Argentina akan berduel dengan Belgia di babak perempat final yang akan digelar di Estadio Nacional, Brasilia, pada 5 Juli 2014.  The Red Devil, julukan Belgia berhasil lolos setelah mengalahkan Amerika Serikat dengan skor 2-1. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya