Penghakiman publik bisa lebih kejam dari hasil di lapangan. Setelah Spanyol, Inggris dan Portugal, kini giliran Korea Selatan yang disambut pulang bukan sebagai pahlawan. Senin, Taeguk Warriors tiba di Bandara Incheon, Seoul.
Bukan kalungan bunga, suporter malah menghadiahi Koo Ja-Cheol dkk dengan lemparan permen.
Prestasi Korsel di Brasil memang buruk. Tim besutan Hong Myung-bo menduduki posisi buncit Grup H setelah kalah dari Aljazair dan Belgia serta bermain imbang melawan Rusia.
Nah, ketika berbaris di depan puluhan awak media di bandara Incheon, salah satu suporter melempar permen. Melempar permen ke seseorang adalah bentuk hinaan di Korsel. Ungkapan “makan permen†sama saja dengan “pergi kamuâ€.
Son Heung-min cs hanya bisa terdiam dan tertunduk malu ketika dilempari.
“Sepak bola Korea (Selatan) sudah mati,†demikian isi salah satu spanduk yang dibawa fans.
“Tekanan ternyata lebih besar daripada yang kami kira, untuk pemain muda di pentas besar seperti Piala Dunia,†ujar sang kapten, Koo Ja-cheol.
Sebelumnya, setelah habis dibully publik dan media, kepulangan timnas Spanyol pun disambut cuaca buruk dan kilatan petir. Kisah ironis pun dialami Portugal.
Sampai di bandara, tak ada satupun fan atau pihak keluarga yang menjemput pasukan Paulo Bento. Cristiano Ronaldo malah pulang dengan taksi, seperti penumpang biasa.
Euforia AmerikaDemam Piala Dunia Brasil melanda Amerika Serikat. Penampilan ciamik anak asuh Juergen Klinsmann mendapat atensi luar biasa dari publik Paman Sam. Tak cuma membuat rating laga sepakbola naik mengalahkan final NBA, tetapi juga berdampak pada bisnis cukur rambut. Banyak warga Amerika yang tertarik untuk membuat potongan rambut dengan tema Piala Dunia.
Seorang tukang cukur rambut dari San Antonio, Rob Ferrel, dalam satu pekan terakhir mendapat banyak permintaan dari klien yang ingin rambutnya dicukur dengan gambar pemain-pemain bintang dunia. Salah satu yang cukup digemari adalah cukuran dengan gambar Cristiano Ronaldo.
Kalau dari timnas Amerika, pemain yang banyak diminati untuk dibuat cukuran rambutnya adalah kiper Tim Howard.
“Saya memakai foto sebagai contekan sebelum menggunakan pisau cukur untuk menggambar di kepala klien saya. Sebagai sentuhan akhir, saya mewarnainya dengan kosmetik,†ujarnya.
Protes LagiMuncul lagi klaim penikmat Piala Dunia 2014 hanya dari kelompok elit dan orang kaya. Menurut survei Datafolha yang dikutip AFP, sebagian besar warga Brasil yang menyaksikan langsung pertandingan di stadion adalah berkulit putih, kalangan kaya dan tidak puas dengan Presiden Dilma Rousseff.
Padahal, dalam sensus 2010, Brasil merupakan negara dengan tingkat populasi ras campuran dengan orang kulit hitam lebih banyak ketimbang kulit putih melebihi negara manapun kecuali Nigeria.
Polling yang diterbitkan di surat kabar Folha de S. Paulo mengatakan, di pertandingan Brasil Vs Chile, 67 persen penonton berkulit putih dan 90 persen berasal dari kelas menengah atas ekonomi Brasil.
Hanya 9 persen penonton Brasil yang berasal dari “kelas C†yaitu kelompok kelas menengah bawah dengan penghasilan 500 sampai 2.000 real per bulan (Rp 2,5 juta-Rp 10 juta) yang sekarang mencapai 49 persen populasi Brasil.
Sebanyak 60 persen dari penonton yang diwawancarai mengaku berpenghasilan lebih dari sepuluh kali upah minimum 724 real (Rp 3,6 juta) per bulan. Datafolha juga mengungkapkan, 55 persen dari mereka yang diwawancarai tidak puas dengan kinerja Rousseff, hampir dua kali lipat dari 26 persen pada jajak pendapat bulan lalu.
Namun 61 responden menyatakan ketidaksetujuan pada sikap penonton yang mencemooh Rousseff saat acara pembukaan Piala Dunia 2014 di Sao Paulo 12 Juni lalu.
Cemoohan tersebut menimbulkan kontroversi di Brasil dan para pendukung Dilma menyatakan itu hanyalah mencerminkan sebagian kecil kelompok orang kaya.
Rousseff yang akan mencalonkan lagi pada pemilihan presiden Oktober mendatang, sering menerima kecaman gara-gara pelambatan pertumbuhan ekonomi, naiknya inflasi, tuduhan korupsi dan pemborosan penyelenggaraan Piala Dunia yang mencapai 11 miliar dolar AS. ***