Berita

Politik

PILPRES 2014

Agenda Jokowi Serang 10 Juta Petani dan Buruh Sektor Tembakau

SELASA, 01 JULI 2014 | 03:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Jokowi yang mengatakan akan menjalankan regulasi pembatasan tembakau menuai polemik. Pengamat ekonomi politik dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng menilai jika Jokowi menjalankan agenda itu maka akan mematikan 10 juta petani, pelaku bisnis industri dan buruh yang selama ini menggantungkan hidup di sektor tambakau.

"Pernyataan Jokowi merupakan kemenangan modal asing yang menungganginya sekaligus kekalahan dari kelompok yang mengaku "nasionalis" yang menjadi tim suksesnya. Mereka gagal menjelaskan substansi ekonomi politik tembakau," kata Salamuddin dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, tadi malam (Senin, 30/6).

Diberitakan sebelumnya, Jokowi menyatakan mendukung penuh diterapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 dan Permenkes Nomor 28/2013 tentang pembatasan tembakau. Jika Jokowi menang, tak menutup kemungkinan pemerintahan ke depan juga akan melakukan ratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), yakni rezim internasional untuk membatasi tembakau.


Menurut Salamuddin pembatasan tembakau melalui FCTC dan Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012 dan Permenkes Nomor 28/2013 menghilangkan hak atas pekerjaan, penghidupan yang layak bagi petani, buruh dan industri tembakau nasional, satu satunya industri nasional yang fully integrated.

Menurut dia statemen Jokowi itu menegaskan posisinya sebagai antek nekolim, kacung perusahaan tembakau global, kaki tangan perusahaan farmasi, sekutu Bloomberg, Bill Gates, dan kapitalis internasional yang hendak menguasai industri tembakau dan nicotin yang merupakan bisnis utama dunia.

"Agenda Jokowi mutlak harus dilawan oleh petani tembakau, buruh industri dan pelaku industri kretek. Jika tidak maka pasca pilpres 2014 akan menjadi era kehancuran industri kretek nasional," pungkas Salamuddin. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya