Berita

Politik

Pengusaha Sayangkan Debat Cawapres Tidak Bahas AEC

SELASA, 01 JULI 2014 | 02:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI) menyayangkan capres dan cawapres yang bertarung di Pilpres 2014 belum memprioritaskan ASEAN Economic Community (AEC) 2015 dalam programnya.  

Ketua Umum HIPMI Raja Sapta Oktohari menilai para capres-cawapres belum memiliki konsep yang jelas mendorong daya saing pengusaha Indonesia dalam menghadapi AEC. Menurut dia, hal ini bisa dilihat dari debat cawapres antara Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla pada Minggu (29/6) malam.

"AEC 2015 merupakan tantangan yang sudah di depan mata. Seharusnya hal ini diutamakan. Sebab jika tidak, kita hanya akan menjadi penonton di negeri kita sendiri," ujar Okto kepada wartawan di Jakarta, kemarin (Senin, 30/9).


Okto mengatakan sangat disayangkan jika kedua cawapres tidak menyinggung sedikitpun tentang persiapan Indonesia menghadapi AEC 2015. Menurut dia, di 2015 nanti Indonesia bersama negara-negara di kawasan asia tenggara akan memasuki babak baru perekonomian regional. Dimana seluruh negara di kawasan Asia tenggara akan tergabung dalam satu entitas pasar bebas AEC.

Okto mengatakan, AEC merupakan tantangan nyata yang akan dihadapi para pengusaha Indonesia. Bila para pengusaha tidak mewaspadai hal ini, pasar Indonesia akan menjadi sasaran ekspansi bagi para pengusaha di kawasan ASEAN.

"Indonesia memiliki pasar terbesar di kawasan ASEAN.  Jangan sampai pasar ini dinikmatin oleh pengusaha dari luar," tegas Okto.

Karena itu, HIPMI berharap, siapapun yang terpilih menduduki kursi Presiden-Wakil Presiden mendatang harus menempatkan persiapan AEC 2015 sebagai prioritas. "AEC 2015 harus diutamakan. Bahkan harus termasuk dalam program 100 hari," lanjutnya.

Namun, dia menambahkan, penampilan kedua cawapres dalam debat kemarin menunjukkan sikap negarawan. Dimana kedua JK dan Hatta sama-sama memilki kemampuan dan pengalaman dalam pemerintah.

"Kedua cawapres bukan hanya berupaya meningkatkan popularitas, namun juga benar-benar mempertontonkan kwalitas mereka sebagai negarawan," ungkap Okto.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya