Berita

Politik

Mesin Partai Pendukung Dongkrak Elektabilitas Prabowo

SELASA, 01 JULI 2014 | 02:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kerja mesin partai politik pendukung dinilai menjadi faktor penting yang membuat tingkat keterpilihan Prabowo Subianto naik signifikan. Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan tingkat keterpilihan Prabowo unggul dari Jokowi dengan selisih 6,7 persen.

"Prabowo leading karena mesin partai politik. Sebelum terbentuk koalisi partai pengusung, selisih elektabilitas Prabowo dengan Jokowo terpaut lebih dari 20 persen. Tapi setelah terbentuk, elektabilitas Prabowo melesat meninggalkan Jokowi," kata Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakrie kepada wartawan tadi malam (Senin, 30/6).

Menurut dia sebelum ada koalisi Merah Putih, elektabilitas Prabowo berada di kisaran belasan persen, terpaut jauh 20 persen dari Jokowi dengan tingkat elektabilitas sekitar 36 persen.


Survei LSN terbaru menunjukkan sebanyak 46,6 persen responden menyatakan akan memilih Prabowo dalam Pilpres 9 Juli mendatang, sementara hanya 39,9 persen responden yang memilih Jokowi.  Survei digelar 22-26 Juni 2014 di 34 Provinsi di Indonesia dengan responden sebanyak 1070. Metode survei menggunakan teknik pengambilan sampel secara berjenjang, dengan margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Figur Prabowo memang penting membuat tingkat elektabilitasnya mengalami peningkatan. Tetapi mesin partai pengusung tidak bisa dinafikan," papar Umar.

Menurut Umar lagi, hasil surveinya menunjukkan pilpres 2014 berbeda dengan kontestasi pilpres 2004 dan 2009, dimana figur capres sangat menentukan dalam kontestasi. Pada pilpres 2004 dan 2009, figur SBY sangat kuat dan karena tidak ada figur lain yang menandingi maka pemilih menjatuhkan pilihannya kepadanya.

"Kasus sekarang kekuatan figur relatif seimbang," demikian Umar.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya