Kerja mesin partai politik pendukung dinilai menjadi faktor penting yang membuat tingkat keterpilihan Prabowo Subianto naik signifikan. Hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) menunjukkan tingkat keterpilihan Prabowo unggul dari Jokowi dengan selisih 6,7 persen.
"Prabowo leading karena mesin partai politik. Sebelum terbentuk koalisi partai pengusung, selisih elektabilitas Prabowo dengan Jokowo terpaut lebih dari 20 persen. Tapi setelah terbentuk, elektabilitas Prabowo melesat meninggalkan Jokowi," kata Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakrie kepada wartawan tadi malam (Senin, 30/6).
Menurut dia sebelum ada koalisi Merah Putih, elektabilitas Prabowo berada di kisaran belasan persen, terpaut jauh 20 persen dari Jokowi dengan tingkat elektabilitas sekitar 36 persen.
Survei LSN terbaru menunjukkan sebanyak 46,6 persen responden menyatakan akan memilih Prabowo dalam Pilpres 9 Juli mendatang, sementara hanya 39,9 persen responden yang memilih Jokowi. Survei digelar 22-26 Juni 2014 di 34 Provinsi di Indonesia dengan responden sebanyak 1070. Metode survei menggunakan teknik pengambilan sampel secara berjenjang, dengan margin of error 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Figur Prabowo memang penting membuat tingkat elektabilitasnya mengalami peningkatan. Tetapi mesin partai pengusung tidak bisa dinafikan," papar Umar.
Menurut Umar lagi, hasil surveinya menunjukkan pilpres 2014 berbeda dengan kontestasi pilpres 2004 dan 2009, dimana figur capres sangat menentukan dalam kontestasi. Pada pilpres 2004 dan 2009, figur SBY sangat kuat dan karena tidak ada figur lain yang menandingi maka pemilih menjatuhkan pilihannya kepadanya.
"Kasus sekarang kekuatan figur relatif seimbang," demikian Umar.
[dem]