Berita

saleh p. daulay

Ketum Pemuda Muhammadiyah: Wimar Witoelar Dilaporkan ke Polisi Tak Terkait Politik

SENIN, 30 JUNI 2014 | 17:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah DR. Saleh P. Daulay mengakui bahwa pihaknya telah membaca permintaan maaf Wimar Witoelar di media. Namun, bukan berarti persoalan dianggap selesai. Apalagi, permohonan maaf itu tidak diiringi dengan niat baik.

"Buktinya, sampai hari ini Wimar belum pernah menghubungi kami dan meminta maaf secara langsung. Bagi dia, mungkin kasus ini hanya perlu diselesaikam di tingkat media. Padahal dampaknya, tindakannya itu telah menyakiti perasaan warga Muhammadiyah di daerah-daerah," jelas Saleh kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 30/6).

Karena itulah, Pemuda Muhammadiyah melaporkan pendukung Jokowi-JK itu ke Polda Metro Jaya tadi pagi. Alasannya, bekas Jubir Presiden era Gus Dur itu diduga kuat telah melakukan penghinaan terhadap persyarikatan Muhammadiyah.


"Gambar-gambar yang diungguh di akun FB dan Twitternya betul-betul menyakiti warga Muhammadiyah karena mendeskripsikan Muhammadiyah sebagai organisasi berandalan. Tidak hanya itu, dalam gambar itu juga Muhammadiyah diasosiasikan sejajar dengan para teroris," ungkap dia.

Saleh mengakui, pihaknya sudah berniat untuk melaporkan Wimar sejak kasus itu mencuat. Niat itu semakin kuat setelah berkonsultasi dengan kuasa hukum. Dalam konsultasi itu disimpulkan bahwa ada pelanggaran hukum serius yang diduga dilakukan oleh Wimar. Sebagai negara hukum, tentu perlu diselesaikan secara hukum juga.

"Hari ini, saya menugaskan Saudara Dahnil Anzar dan Teguh Santosa untuk melapor ke Polda Metro Jaya. Sebelumnya, kami juga telah berkonsultasi dan menunjuk pengacara Dedy Kurniadi sebagai kuasa hukum. Insya Allah ini betul-betul akan kami tindak lanjuti secara serius," sambung Saleh.

Saleh menambahkan, pelaporan Wimar ke Polda Metro Jaya ini tidak ada sangkut pautnya dengan Pilpres. "Apalagi, katanya, Wimar bukan timses salah satu dari pasangan capres/cawapres yang ada. Ini murni hanya terkait pelanggaran hukum. Karena itu, kami tidak mau ini dikait-dikaitkan dengan politik," demikian Saleh. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya