. Hasil survei Indo Barometer yang menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto mengalami tren kenaikan ditanggapi Partai Gerindra. Gerindra menilai survei terbaru Indo Barometer itu memastikan kekalahan Jokowi dari Prabowo.
"Hasil survei menunjukkan tren kenaikan elektabilitas Prabowo tetap konstan. Di lain pihak, Jokowi mengalami tren penurunan elektabilitas secara konstan pula. Siapapun bisa menebak hasil akhirnya. Prabowo akan keluar sebagai pemenang," tulis politisi Gerindra Pius Lustrilanang menganalisa hasil survei Indo Barometer dalam laman facebooknya.
Namun sayangnya, kata dia, Indo Barometer nampak berupaya keras menyembunyikan besarnya peluang kekalahan Jokowi. Indo Barometer menyebut Jokowi masih unggul sekitar 3,4 persen atas Prabowo dengan elektabilitas sebesar 46 persen berbanding 42,6 persen. Namun karena margin of error survei sebesar 3 persen maka sebetulnya dapat disimpulkan bahwa posisi Prabowo dan Jokowi sudah imbang.
"Sinyal kekalahan Jokowi dapat dibaca dari turunnya elektabilitas Jokowi sebesar 4 persen dari hasil survei, sementara Prabowo justru mengalami kenaikan sebesar 6 persen," katanya.
Hasil survei Indo Barometer juga menyebut bahwa mayoritas pendukung Prabowo-Hatta akan menentukan pilihan pada masa kampanye dan hari tenang. Dengan kalimat ini, kata Pius menganalisa lagi, Indo Barometer ingin menyampaikan bahwa mayoritas dari 11 persen pemilih yang belum menentukan pilihan akan mendukung Prabowo-Hatta.
Menurut dia, Indo Barometer juga secara jelas memprediksi kemenangan Prabowo saat menjelaskan tentang enam faktor yang membuat trend kenaikan elektabilitas Prabowo. Yakni bangkitnya mesin politik koalisi Prabowo-Hatta, pemilih Islam mulai mengarah ke Prabowo-Hatta, efek SBY dan bergabungnya Partai Demokrat, promo dari mulut ke mulut Parabowo-Hatta lebih kuat, Prabowo-Hatta dinilai unggul dalam debat, dan mayoritas pemilih Prabowo akan memilih saat minggu tenang.
"Jelas bahwa bagi Prabowo-Hatta, persoalannya bukan lagi bagaimana mengejar ketertinggalan dari Jokowi-JK. Persoalan hari ini adalah seberapa jauh Prabowo-Hatta akan meninggalkan Jokowi-JK," papar Pius.
"Bisa jadi prediksi Indo Barometer bahwa Prabowo akan unggul 6 persen atas Jokowi akan benar-benar terjadi. Prabowo diprediksi memperoleh 53 persen dan Jokowi 47 persen. Selamat datang Presiden baru Republik Indonesia, Prabowo Subianto," sambung dia.
Menurut dia hasil survei terbaru yang dirilis lembaga survei yang dikomandoi M. Qadari kemarin ini sekaligus menguak isu ada beberapa lembaga survei kredibel di Indonesia sengaja tidak mengumumkan hasil surveinya karena mendapati tingkat elektabilitas Prabowo unggul dari Jokowi.
"Akhirnya data yang disembunyikan lembaga-lembaga survei mulai terkuak," demikian Pius.
[rus]