Berita

Politik

DEBAT CAWAPRES

Hatta Berbicara Rapi, JK Lihat Contekan

MINGGU, 29 JUNI 2014 | 20:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Hatta Rajasa dan Jusuf Kalla tampil menyampaikan visi misi di debat antara cawapres yang digelar KPU, di Hotel Bidakara Jakarta, malam ini  (Minggu, 29/6). Debat mengangkat tema "Pembangunan SDM dan Iptek".

Diberi kesempatan bicara pertama, JK mengatakan berbicara SDM berati berbicara masalah bangsa. Peningkatan SDM yang sejalan dengan ilmu pengetahuan, kata dia, akan meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa.

"Sebuah bangsa bisa maju karena SDM dan ilmu pengetahuan. Pak Jokowi sering katakan yang perlu dilakukan pertama adalah meningkatkan derajat SDM. Ini tentu berkaitan dengan pendidikan teknologi dan ilmu pengetahuan. Kombinasi SDM dan ilmu pengetahuan ujungnya adalah produktivitas," kata JK yang mengenakan batik abu-abu lengan panjang.


Terkait isu ini, kata JK, kedepan harus dilakukan pendidikan nasional yang mengutamakan kecerdesan, akhlak dan budi pekerti. JK juga menegaskan kedepan dirinya bersama Jokowi akan menjadikan lembaga pengetahuan seperti BPPT, LIPI, Batan dan lain sebagainya benar-benar menjadi ujung tombak penguasaan teknologi Indonesia.

"Kita punya anggaran 20 persen yang ini tidak banyak dilakkan bangsa-bangsa lain. Perguruan tinggi banyak, ini jadi modal kekuatan besar bangsa ini. Apapun caranya kita harus maju demi bangsa ini," kata JK yang sesekali melihat contekan.

Beda dengan JK, Hatta Rajasa tampil lebih tenang dan bicara lebih teratur.  Dalam debat yang dipandu oleh Wakil Rektor Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Dwikorita Karnawati itu, Hatta juga tidak menggunakan contekan.

"UUD 45 mengamanatkan bahwa kita mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya sangat tergantung pada kualitas SDMdan penguasaan teknologi. Kualitas SDM tergantung pendidikan dan kesehatan," kata Hatta.

Dikatakan Hatta, dirinya bersama Prabiwi berkeyakinan Indonesia bisa menjadi negara maju dan sejahtera apabila kita meletakkan iptek sebagai pilar membangung peradaban bangsa. Kata kuncinya, menurut Hatta, sejauh mana kita dapat memberi jaminan kepada semua warga negara agar mendapat pendidikan yang inklusif, berkeadilan, sedini mungkin dan setinggi mungkin.

"Prabwo dan Hatta akan menjawab itu dengan memperbaiki kualitas pendidikan, memperluas akses pendidikan, wajib belajar 12 tahu," ucap Prabowo yang mengenakan seragam kebesara pasangan nomor urut satu, kemeja krem berkantong dua.

"Di bidang iptek, pemerintah wajib memajukan karena dengan itu berarti memajukan peradaban. Iptek harus bisa membangun daya saing bangsa, menjawab dan merespon keberlanjutan kekayaaan SDM yang ada, dan mempu mempersiapkan kehadiran bangsa kita yang kritis dan menjawab tantangan global," demikian Hatta.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya