. Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan situs Gunung Padang sebagai kawasan situs nasional diapresiasi banyak kalangan. Resepon positif salah satunya disampaikan Andi Arief.
"Sudah tepat menetapkan situs pra sejarah Gunung Padang sebagai situs nasional," kata staf Khusus Presiden SBY yang menginisiasi Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) itu dalam pesan singkatnya kepada redaksi sesaat lalu (Kamis, 2/6).
Sejak beberapa tahun lalu TTRM yang diketuai arkeolog dari Universitas Indonesia, Ali Akbar, melakukan riset di situs yang terletak di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu. Beberapa kesimpulan dari hasil penelitian TTRM adalah, situs Gunung Padang berpotensi menjadi situs tertua di Indonesia bahkan dunia.
Berdasarkan uji laboratorium karbon menunjukkan Gunung Padang berumur 5.200 SM, lebih tua dari Candi Borobudur yang berusia 800 Masehi, lebih tua dari Machu Picchu di Peru yang berumur 1.500 SM atau dari Piramida Giza yang berusia 2.500 SM.
Informasi mengenai penetapan situs Gunung Padang sebagai situs nasional disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur, Tedi Artiawan, Selasa (24/6) kemarin. Selain menetapkan kawasan situs nasional, Tedi mengatakan Cagar Budaya Kemendikbud juga menetapkan luasan situs Gunung Padang sekitar 29 hektare.
Menurut Andi Arief, penetapan ini sekaligus menjadi pengakuan akan riset yang selama ini dilakukan, dan disimpulkan bahwa situs Gunung Padang merupakan mahakarya berteknologi tinggi dari peradaban leluhur bangsa ini. Pengakuan yang sama sebelumnya disampaikan Pemda Jabar, yang mengeluarkan Kepgub terkait hasil riset TTRM, LIPI, para geolog dan berbagai peneliti di berbagai belahan dunia.
Lebih lanjut Andi Arief juga menyampaikan apresiasi atas keputusan pemerintah pusat untuk melakukan penataan diantaranya melakukan eskavasi dan restorasi terhadap kawasan situs Gunung Padang. Andi Arief berharap dengan begitu misteri Gunung Padang yang sebenarnya bisa diketahui.
"Saya berharap teknologi yang berada di bawah permukaan situs adalah berhubungan dengan pengelolaan energi dan berhubungan dengan objek strategis negara, bahkan dunia," pungkas Andi.
[dem]